TOPMEDIA, SURABAYA – Sinergi antara Jawa Timur dan Mesir memasuki babak baru yang semakin konkret. Dalam suasana khidmat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Minggu (19/4), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjamu Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi. Fokus utamanya mematangkan rencana kerja sama sister province antara Provinsi Jawa Timur dengan Alexandria.
Pertemuan tersebut merupakan langkah akselerasi setelah sebelumnya kedua belah pihak menandatangani Letter of Intent (LoI). Khofifah pun optimistis, hubungan saudara kembar antarprovinsi ini akan segera naik pelaminan dalam bentuk Nota Kesepahaman atau MoU.
Khofifah menegaskan bahwa Alexandria dan Jawa Timur memiliki karakteristik yang serupa, terutama sebagai pusat ekonomi dan pendidikan di negara masing-masing. Melalui skema sister province, kedua wilayah diharapkan bisa saling bersinergi.
“Kami melihat ada potensi link and match yang sangat kuat, terutama di sektor perdagangan dan pendidikan. Persetujuan dari DPRD Jawa Timur pun sudah kami kantongi, sehingga langkah menuju MoU akan semakin mantap,” ujar Khofifah optimis.
Di bidang pendidikan, fokus utamanya adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Jawa Timur ingin menarik lebih banyak khazanah keilmuan dari Mesir, khususnya melalui Universitas Al-Azhar yang legendaris dan banyak menjadi jujugan para pelajar dan mahasiswa dari Indonesia.
Tak hanya itu, ada misi khusus dalam kerja sama ini. Khofifah mengungkapkan rencana kolaborasi antara sejumlah perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) dengan Al-Azhar. Fokusnya sangat spesifik yakni penguatan narasi moderasi beragama serta pencegahan dan penanggulangan terorisme.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim tersebut, Khofifah mengajak Wakil Dubes Mesir berkeliling MAS.
Khofifah memamerkan bagaimana masjid bukan lagi sekadar tempat ibadah ritual, melainkan pusat peradaban sosial yang ramah lingkungan.
Di lahan yang terbatas, MAS berhasil menyulap area sekitar masjid menjadi fasilitas edukatif yang komplet seperti greenhouse, lapangan mini soccer berbasis Al Quran dan fasilitas digital mulai dari perpustakaan digital hingga taman tematik yang ramah lingkungan.
“Kami memaksimalkan fungsi masjid agar bisa melayani jamaah dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi hijau hingga literasi digital,” imbuh orang nomor satu di Jatim tersebut.
Mendengar paparan dan melihat langsung pengelolaan masjid di Surabaya, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi tak segan melempar pujian. Ia mengaku terkesan dengan cara Jawa Timur mengelola fasilitas keagamaan yang sangat integratif dan representatif.
Bagi Mesir, Jawa Timur adalah mitra strategis. Dengan rencana sister province bersama Alexandria, diharapkan arus komoditas perdagangan kian lancar dan pertukaran pelajar kian masif. (*)



















