Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Konten Kreatif Jadi Kunci, Kemenpar Dorong Promosi Wisata Daerah di Media Sosial

×

Konten Kreatif Jadi Kunci, Kemenpar Dorong Promosi Wisata Daerah di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi dan Pemasaran Kemenpar, Moriska Hapsari.
toplegal

TOPMEDIA – Kementerian Pariwisata terus mendorong pemanfaatan konten kreatif di media sosial untuk memperkuat citra positif pariwisata daerah, terutama di tengah persaingan destinasi yang semakin ketat.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi dan Pemasaran Kemenpar, Moriska Hapsari, dalam kegiatan bimbingan teknis bertajuk “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” yang digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

HALAL BERKAH

Dalam kesempatan tersebut, Moriska menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mempromosikan potensi daerah melalui konten digital yang menarik dan kreatif.
“Sebagai generasi muda Banyumas, kita merupakan ujung tombak dalam menghidupkan dan menyampaikan cerita tentang kekayaan Banyumas sebagai destinasi wisata,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kemenpar, Komisi VII DPR RI, serta Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas untuk memperkuat branding pariwisata Indonesia, khususnya dari daerah.

Baca Juga:  Akui Dan Meminta Maaf, Julia Prastini Tak Akan Mengulangi Perselingkuhan

Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak hanya soal mengembangkan destinasi, tetapi juga bagaimana destinasi tersebut dikenal luas dan memiliki kesan yang kuat di benak wisatawan.
“Dalam pembangunan pariwisata, kita tidak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga bagaimana destinasi tersebut ingin dikenal dan memiliki citra yang kuat di benak wisatawan,” ujarnya.

Untuk itu, Kemenpar fokus memperkuat brand Wonderful Indonesia dengan meningkatkan kesadaran publik, membangun kepercayaan, serta menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Upaya ini dilakukan melalui strategi komunikasi yang terintegrasi, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta produksi konten promosi yang terarah.

Program tersebut juga sejalan dengan berbagai prioritas Kemenpar, seperti gerakan wisata bersih, pariwisata berbasis teknologi (pariwisata 5.0), konsep berkelanjutan menuju net zero, pengembangan kekayaan intelektual (IP) Indonesia, hingga penguatan sektor jasa pariwisata.

Baca Juga:  Siap-Siap! Harga Rusun Subsidi Bakal Naik di 2026

Moriska menambahkan, citra sebuah destinasi sangat dipengaruhi oleh persepsi publik yang terbentuk dari informasi dan pengalaman yang beredar di dunia digital.
“Persepsi itu tidak hanya terbentuk dari apa yang kita sampaikan, tapi juga dari berbagai hal yang dilihat oleh audiens setiap hari, termasuk pengalaman orang lain dan cerita yang beredar,” katanya.

Dalam konteks ini, media sosial seperti TikTok, Facebook, dan YouTube menjadi sarana utama untuk membangun citra destinasi, bahkan hingga menjangkau pasar internasional.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan promosi tidak hanya bergantung pada platform yang digunakan, tetapi juga kualitas konten yang dibuat.

Melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut, peserta didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan konten yang menarik, relevan, dan efektif.
“Harapannya, konten yang dibuat tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun persepsi yang diinginkan dalam rangka memperkuat citra destinasi,” tutup Moriska. (*)

TEMANISHA.COM