Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Menteri ESDM Tegaskan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar Tanpa Intervensi APBN

×

Menteri ESDM Tegaskan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar Tanpa Intervensi APBN

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan harga minyak hanya berdampak pada BBM nonsubsidi yang mengikuti harga pasar. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, MAGELANG – Dinamika harga minyak mentah global mulai berdampak langsung pada kantong pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di tanah air. Pemerintah menegaskan bahwa fluktuasi harga pada jenis BBM kelas atas sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar tanpa intervensi subsidi negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, penyesuaian harga pada produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan konsekuensi logis dari regulasi yang berlaku.

HALAL BERKAH

Menurutnya, pemerintah hanya memegang kendali penuh atas penetapan harga BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kelas bawah.

“Pemerintah menegaskan bahwa pengaturan harga hanya diberlakukan pada BBM bersubsidi. Sementara untuk kebutuhan industri dan kalangan mampu, harga menyesuaikan mekanisme pasar,” ujar Bahlil usai menjadi narasumber dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:  Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Aman, Harga Nonsubsidi Ikuti Pasar

Penyesuaian kali ini membawa angka yang cukup mencolok. Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax Turbo merangkak naik dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.400 per liter. Di lini mesin diesel, Dexlite kini dibanderol Rp 23.600 per liter dari harga sebelumnya Rp 14.200. Sementara produk unggulan Pertamina Dex menyentuh angka Rp 23.900 per liter dari posisi Rp 14.500.

Bahlil merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 sebagai landasan hukum. Dalam beleid tersebut, BBM dengan nilai oktan tinggi (RON 98) dan solar dengan cetane number (CN) 51 tidak masuk dalam kategori yang mendapatkan sokongan dana negara.

“Jenis BBM ini umumnya digunakan oleh konsumen dari kalangan mampu. Jadi, pergerakan harganya bersifat dinamis, mengikuti dinamika pasar global,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hasil Survei LPEM UI: 48 Persen Ekonom Menilai Perekonomian Indonesia Memburuk

Selain menanggapi soal harga, dalam forum yang dihadiri para pimpinan daerah tersebut, Bahlil juga menyinggung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi minyak dan gas bumi (migas).

Ia menekankan bahwa proses penemuan cadangan baru tetap dilakukan secara ketat dan transparan melalui mekanisme tender wilayah kerja (blok migas).

“Setelah perusahaan memenangkan tender, barulah mereka bisa masuk ke tahap eksplorasi. Ini penting untuk memetakan potensi sumber daya kita secara presisi,” jelas Bahlil. (*)

TEMANISHA.COM