Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Ekspor CPO Melambung, Indonesia Perkokoh Dominasi Pasar Sawit Global

×

Ekspor CPO Melambung, Indonesia Perkokoh Dominasi Pasar Sawit Global

Sebarkan artikel ini
Mentan Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai kepala Bapanas. (Foto: Instagram/@a.amran_sulaiman)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Indonesia kian mengukuhkan dominasinya di panggung komoditas global. Di tengah dinamika ekonomi dunia yang tak menentu, performa ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tanah air justru menunjukkan taji, mempertegas status Indonesia sebagai Raja Sawit Dunia.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan, lonjakan kinerja ini tidak lepas dari peningkatan produksi dalam negeri serta strategi hilirisasi yang mulai membuahkan hasil. Indonesia kini bukan sekadar penonton, melainkan penentu arah pasar minyak nabati global.

HALAL BERKAH

“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita menguasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya, Indonesia sangat menentukan,” ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga:  Ketua DEN Peringatkan Investor Tidak Panik Meski Bursa Saham Anjlok

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) merekam pertumbuhan yang sangat signifikan.

Pada dua bulan pertama tahun 2026 (Januari-Februari), nilai ekspor CPO dan turunannya menembus angka 4,69 miliar dollar AS. Angka ini melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,71 miliar dollar AS.

Secara volume, tren kenaikan juga terlihat nyata. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.

Lonjakan ini mengindikasikan bahwa permintaan global terhadap produk sawit Indonesia tetap solid, sekaligus membuktikan daya saing komoditas lokal yang sulit ditandingi negara kompetitor.

Menurut catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sepanjang tahun 2025 lalu, produksi CPO Indonesia mencapai 51,66 juta ton, atau tumbuh 7,26 persen.

Baca Juga:  Jaga Daya Beli Masyarakat Bawah, Pemerintah Siapkan Beras SPHP Kemasan 2 Kg

Jika digabungkan dengan palm kernel oil (PKO), total produksi nasional menyentuh 56,55 juta ton.

Satu hal yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah pergeseran pola ekspor. Amran menegaskan, kekuatan Indonesia saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada pengiriman bahan mentah.

Melalui hilirisasi, produk turunan seperti minyak goreng olahan, biodiesel, hingga bahan baku kosmetik kini lebih mendominasi pasar internasional.

“Tren ini menunjukkan pergeseran penting dari ekspor berbasis komoditas mentah menuju ekspor berbasis industri,” tegas Amran.

Pada tahun 2025, nilai total ekspor produk sawit Indonesia berhasil menembus 35,87 miliar dollar AS, atau melonjak 29,23 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi tulang punggung devisa negara yang krusial bagi stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga:  Indonesia Siap Umumkan Swasembada Beras dan Jagung Akhir 2025

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh.

Fokus utama akan diarahkan pada peningkatan produktivitas kebun, mendorong industri dalam negeri agar lebih kompetitif dan memperluas akses pasar dengan membidik negara-negara tujuan ekspor baru di tengah meningkatnya kebutuhan minyak nabati dunia. (*)

TEMANISHA.COM