TOPMEDIA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian global.
Hal ini disampaikan setelah pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, di mana Indonesia dinilai mampu bertahan di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi.
Purbaya menjelaskan bahwa IMF menyoroti ketidakpastian global yang masih akan berlangsung.
Meski IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian tersebut, lembaga internasional itu menyiapkan dukungan dana bagi negara yang membutuhkan.
“Tentu saja, Indonesia tidak membutuhkan bantuan, karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun,” ujar Purbaya, Rabu (15/4).
Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan perubahan arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu.
Strategi ini membuat Indonesia lebih siap merespons tekanan, termasuk lonjakan harga minyak dunia. “Dia (Kristalina Georgieva) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu,” tambahnya.
Berbeda dari sekadar menyoroti bantalan fiskal, angle baru menekankan apresiasi lembaga internasional terhadap strategi fiskal Indonesia.
Menurut Purbaya, IMF menaruh perhatian pada kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi.
Selain IMF, Bank Dunia dan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings juga memberikan apresiasi atas arah kebijakan fiskal Indonesia.
Bank Dunia bahkan menyatakan minat memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, dan pembiayaan proyek strategis di negara berkembang. (*)



















