TOPMEDIA – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,85 persen year-on-year, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,39 persen.
Meski capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional, pemerintah daerah mengingatkan adanya tantangan global yang perlu diantisipasi secara serius.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang penuh ketidakpastian.
“Pertumbuhan ekonomi kita memang cukup baik, bahkan di atas rata-rata nasional. Tapi kita tidak boleh lengah karena tekanan global bisa berdampak ke berbagai sektor seperti energi, pangan, perdagangan hingga pariwisata,” ujarnya.
Menurut Emil, konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, dan dinamika perdagangan internasional menjadi faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi ekonomi Jawa Timur.
Emil menilai persatuan, solidaritas, dan gotong royong masyarakat menjadi kunci menjaga daya tahan ekonomi daerah.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan ekonomi. Ketahanan sosial melalui persatuan, solidaritas, dan gotong royong juga menjadi fondasi penting agar ekonomi tetap stabil,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran komunitas seperti Kerukunan Keluarga Kalimantan Jawa Timur (K3 Jatim) yang dinilai strategis dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat.
Selain sebagai wadah silaturahmi, organisasi ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Jawa Timur pada 2025 mencapai Rp3.403,17 triliun. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar kedua di Pulau Jawa.
Emil Dardak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan menghadapi tantangan global.
“Dengan persatuan yang kuat dan ketahanan sosial yang kokoh, kita optimistis Jawa Timur mampu menjaga stabilitas ekonomi dan tetap tumbuh berdaya saing,” pungkasnya. (*)



















