Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Prabowo Kaget Banyak Ketimpangan Parah Di Indonesia

×

Prabowo Kaget Banyak Ketimpangan Parah Di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Prabowo Subianto mengakui bahwa masih banyak persoalan yang terjadi di Indonesia. Hal itu mulai dari kurangnya gaji guru, kurangnya lapangan kerja yang tersedia, hingga jumlah rakyat miskin yang begitu banyak.

Presiden RI ke-8 ini bahkan tak menduga masalah-masalah yang terjadi ternyata di luar perkiraannya. Karena itu, kata dia, pemerintahannya bertekad menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut semaksimal mungkin.

HALAL BERKAH

“Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrim, kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti. Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk diselesaikan,” kata Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).

Baca Juga:  Memperketat Celah Pajak, Transaksi Kripto Kini Wajib Dilaporkan Otomatis ke DJP

Mantan Danjen Kopassus ini pun mengakui masih terdapat ketimpangan di tengah masyarakat. Namun, Ketum partai Gerindra ini mengaku tidak menyangka ketimpangan yang ada di masyarakat benar sebegitu parahnya dan itu di luar dari perkiraannya.

“Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita, tapi terus terang saja saya katakan di mana mana saya sendiri sebagai Presiden, bersama Wakil Presiden, saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi karena hasil kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri dalam jumlah sangat besar setiap tahun. Belum lagi ditambah adanya praktik kecurangan dalam perdagangan

Baca Juga:  Thomas Djiwandono Laporkan Surat Bukan Sebagai Bendum Gerindra

“Terjadi suatu distorsi terhadap ekonomi kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik praktik under invoicing pemalsuan laporan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik penyelundupan, hal hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita,” katanya. (*)

TEMANISHA.COM