Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara Soetta: 764 Penerbangan Terdampak, Ribuan Penumpang Tertahan

×

Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Bandara Soetta: 764 Penerbangan Terdampak, Ribuan Penumpang Tertahan

Sebarkan artikel ini
Penutupan Bandara Soekarno Hatta akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilakukan mulai Minggu (6/9/2026) dinihari hingga pukul 23.59 WIB atau full sehari penuh. (Foto: IG Info Karawang)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu gangguan besar pada arus transportasi udara nasional. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatat sebanyak 764 pergerakan pesawat terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terdampak akibat ancaman sebaran abu vulkanik.

Demi menjamin keselamatan, otoritas penerbangan memberlakukan penutupan sementara operasional bandara sejak Minggu dini hari (6/9/2026) pukul 01.30 WIB yang kemudian diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB sesuai Notam terbaru dari AirNav Indonesia.

HALAL BERKAH

Bahkan, otoritas Bandara Soetta kembali memperpanjang penutupan operasional bandara hingga pukul 23.59 WIB. Pihak Bandara Soetta mengatakan penutupan ini dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 23.59 WIB,” demikian tulis keterangan pihak Bandara Soetta yang dikutip Minggu (6/9/2026).

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Merembet ke Bandara, 2.228 Penumpang Terjebak, Imigrasi Obral Izin Darurat

Pihak bandara utama di Indonesia ini mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai, terutama terkait dampak operasional penerbangan.

Dampak operasional tersebut mencakup akumulasi pembatalan jadwal, keterlambatan penerbangan, hingga pengalihan pendaratan ke bandara lain. Secara keseluruhan, angka tersebut terdiri dari 570 penerbangan domestik, 185 penerbangan internasional, dan sembilan penerbangan kargo.

Pada periode awal penutupan saja, tercatat 209 penerbangan dibatalkan secara langsung yang terdiri atas 160 rute domestik, 39 rute internasional, dan 10 kargo, sehingga merugikan sedikitnya 22.798 penumpang yang gagal terbang sesuai jadwal.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai mitigasi keselamatan mutlak.

Baca Juga:  Lagi, Purbaya Ancam Pangkas Anggaran K/L, Kali Ini Kemenhub

Menanggapi situasi tersebut, manajemen bandara langsung mengaktifkan skema Service Recovery Action untuk meminimalkan dampak bagi para penumpang. Pihak pengelola menyediakan makanan dan minuman ringan gratis, mengoperasikan area istirahat khusus seperti Employee Lounge, serta membuka Posko Utama penanganan operasional di Terminal 1B.

Selain itu, armada bus disiagakan di setiap terminal untuk mengantar penumpang menuju hotel atas koordinasi bersama maskapai, sementara seluruh tenant komersial diinstruksikan beroperasi selama 24 jam penuh untuk memenuhi kebutuhan dasar calon penumpang selama masa penutupan.

Proses pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan terus memantau pergerakan abu vulkanik di udara.

Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Informasi kebandarudaraan dan bantuan lebih lanjut juga dapat diakses masyarakat melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172. (gil)

TEMANISHA.COM