Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

Menaker Yassierli Dorong Itjen Kemnaker Bertransformasi, Pengawasan Harus Preventif dan Berbasis AI

×

Menaker Yassierli Dorong Itjen Kemnaker Bertransformasi, Pengawasan Harus Preventif dan Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya perubahan pendekatan pengawasan internal di Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih bersifat preventif dan strategis.
toplegal

TOPMEDIA-Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya perubahan pendekatan pengawasan internal di Kementerian Ketenagakerjaan agar lebih bersifat preventif dan strategis.

Menurutnya, Inspektorat Jenderal Kemnaker tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai lembaga yang muncul setelah masalah terjadi.

HALAL BERKAH

Sebaliknya, Itjen harus bertransformasi menjadi mitra strategis yang mampu mendeteksi risiko sejak dini, membantu unit kerja tetap akuntabel, serta mengatasi kendala administratif.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Itjen Kemnaker Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026) malam.

Ia menekankan bahwa perubahan pendekatan ini penting agar pengawasan internal tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk memastikan seluruh program ketenagakerjaan berjalan bersih, efektif, dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Meski Ekonomi Tertekan, Optimistis Penerimaan Pajak 2025 Capai Rp2.189 Triliun

Dengan pendekatan baru ini, pelaksanaan program di sektor ketenagakerjaan diharapkan berjalan lebih lancar, sementara penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Deteksi risiko sejak awal juga dinilai mampu mencegah potensi masalah sebelum berdampak pada layanan publik.

Yassierli menegaskan bahwa pengawasan harus bertransformasi dari sekadar memeriksa dokumen masa lalu menjadi sistem yang mampu membaca potensi penyimpangan sebelum benar-benar terjadi.

Sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Itjen diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kementerian.

Fokus pengawasan, lanjutnya, bukan lagi sekadar mencari kesalahan, tetapi memastikan seluruh proses kerja berjalan tertib, akuntabel, dan tidak terhambat persoalan administratif, terutama yang berkaitan dengan penggunaan APBN dan pelayanan publik.

Baca Juga:  Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari Seminggu untuk Hemat Energi

Ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir terhadap peran Itjen. Menurutnya, keberhasilan pengawasan tidak seharusnya diukur dari banyaknya temuan pelanggaran, melainkan dari keberhasilan mencegah penyimpangan sejak awal.

Yassierli bahkan mengusung perubahan jargon dari “Awas Ada Itjen” menjadi “Untung Ada Itjen”. Artinya, keberadaan Itjen harus dirasakan sebagai dukungan yang membantu unit kerja menjalankan tugas dengan baik, bukan sekadar lembaga yang menindak setelah terjadi kesalahan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Menaker meminta Itjen memanfaatkan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence dalam sistem pengawasan.

Pendekatan berbasis data dinilai sangat penting dalam membangun sistem deteksi dini yang lebih akurat. Teknologi ini dapat digunakan untuk membaca pola risiko, memetakan potensi penyimpangan, serta mengidentifikasi hambatan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program.

Baca Juga:  Menaker Yassierli Ingatkan Pekerja Siap Hadapi AI, Kompetensi Jadi Kunci Daya Saing

Selain itu, Yassierli juga meminta auditor Itjen mampu berperan aktif membantu mengatasi kendala regulasi yang dapat menghambat pelaksanaan program prioritas di sektor ketenagakerjaan.

Dengan demikian, pengawasan tidak hanya berfungsi menjaga kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam memastikan agenda pembangunan ketenagakerjaan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

TEMANISHA.COM