Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Dana Kelolaan Baru 4% PDB, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Motor Industri Investasi

×

Dana Kelolaan Baru 4% PDB, OJK Dorong Generasi Muda Jadi Motor Industri Investasi

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti besarnya potensi industri pengelolaan investasi di Indonesia. Meski dana kelolaan atau asset under management (AUM) per Maret 2026 mencapai Rp1.084 triliun, angka tersebut baru setara empat persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan industri investasi di Tanah Air masih sangat luas.

HALAL BERKAH

Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, Maulana, menjelaskan bahwa persentase AUM Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara tetangga.

“Kalau kita bandingkan, Thailand itu 30 persen dari GDP, Malaysia 36 persen. Jadi masih banyak ketimpangan yang sebenarnya bisa dikejar,” ujarnya dalam Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca Juga:  Indonesia Sumbang 40% Ekonomi Digital ASEAN

Maulana menambahkan, jumlah investor reksa dana di Indonesia tumbuh signifikan sepanjang tahun ini.

“Sekarang investor reksa dana 23,5 juta, padahal Desember 2025 lalu baru 19,2 juta. Artinya tumbuh 8,14 persen year-to-date,” jelasnya.

Yang menarik, lebih dari separuh investor reksa dana di Indonesia berasal dari kalangan muda.
“Sekitar 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Ini berarti kelompok usia produktif yang muda dan produktif mendominasi,” kata Maulana.

Ia menilai potensi industri pengelolaan investasi di Indonesia masih sangat besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif.

“Data BPS menunjukkan ada 196 juta penduduk usia produktif dari total 287 juta. Kalau dibandingkan dengan 23 juta investor saat ini, peluangnya masih sangat besar,” tambahnya.

Baca Juga:  Pertahankan Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bank Indonesia Turunkan BI-Rate Jadi 5 Persen

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, menyebut nilai dana kelolaan khusus instrumen reksa dana mencapai Rp699,65 triliun per Maret 2026.

Menurutnya, reksa dana menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam memulai investasi.
“Reksa dana menawarkan diversifikasi portofolio dan pengelolaan profesional dengan akses terjangkau, sehingga cocok bagi investor pemula,” ujarnya.

Namun, Kristian mengingatkan bahwa peningkatan jumlah investor masih dihadapkan pada tantangan literasi dan inklusi.

“Tingkat literasi pasar modal baru 17,78 persen, sementara inklusi hanya 1,34 persen. Artinya semakin banyak masyarakat yang tahu, tetapi belum cukup banyak yang memulai investasi. Di sinilah pentingnya edukasi berkelanjutan,” tegasnya. (*)

TEMANISHA.COM