TOPMEDIA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel pemilik gerai Alfamart dan Alfamidi, merespons dampak dari pembukaan puluhan ribu unit Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Indonesia.
Tomin Widian selaku Corporate Secretary AMRT, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran Kopdes Merah Putih, unit bisnis yang digagas dan didukung anggaran negara.
“Dari perspektif industri, setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Tomin, dalam surat tanggapannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Sabtu (6/6/2026).
Tomin juga memastikan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak berdampak material terhadap kinerja operasi perusahaan.
“Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP,” kata Tomin.
Untuk jangka panjang Tomin melihat bahwa persaingan industri ritel akan lebih banyak ditentukan oleh kemampuan memberi layanan terbaik kepada pelanggan.
Lanjutnya, hal ini AMRT tetap optimis dengan peluang pertumbuhan dan ekspansi di berbagai wilayah potensial.
“Khususnya di wilayah-wilayah yang belum terlayani secara optimal,” imbuh Tomin.
Dari laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat AMRT memilih tetap optimis pada rencana ekspansi pada 2026, dengan dukungan belanja modal sekitar Rp500 miliar.
Bersama anggaran belanja modal yang bersumber dari kas internal, AMRT berani menargetkan pembukaan 800 gerai baru hingga akhir tahun.
Dengan rincian sebanyak 500 gerai akan dikelola langsung dan 300 lainnya dikembangkan lewat secara waralaba.
Sementara itu, menurut data Sistem Informasi Manajemen Kopdes Merah Putih, saat ini jumlah koperasi yang telah dibentuk mencapai 83.376 entitas.
Akan tetapi, dari seluruh entitas itu, hanya 11.824 unit Kopdes Merah Putih yang telah menyelesaikan pembangunan gerai fisik.
Sebanyak 23.378 unit masih dalam proses membangun gerai, serta 38.029 unit belum menyelesaikan pengajuan lahan. (*)



















