Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Tedjodiningrat dan Bernardus Djonoputro Andalan PT IKAI Wujudkan Pertumbuhan Riil dan Berkelanjutan

×

Tedjodiningrat dan Bernardus Djonoputro Andalan PT IKAI Wujudkan Pertumbuhan Riil dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – PT Interkeramik Alamsari Industri (IKAI) tampil dengan wajah baru. Kehadiran Tedjodiningrat Broto Asmoro sebagai Komisaris akan memperkuat posisi Bernardus Djonoputro dalam mewujudkan komitmen kuat PT IKAI dalam menjalankan tata kelola usaha yang baik.

Tedjodiningrat dan Bernadus diyakini akan makin memuluskan PT IKAI dalam mewujudkan visi pertumbuhan riil dan berkelanjutan. Dua sosok berpengaruh dan berpengalaman ini memberi optimisme ekosistem bisnis IKAI akan semakin meningkat setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan di dua pilar bisnis utama yaitu Manufaktur dan Hospitality.

HALAL BERKAH

Direktur Utama PT IKAI, Desra Firza Ghazfan, menyatakan, penetapan Tedjodiningrat Broto Asmoro sebagai Komisaris PT IKAI dilaksanakan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 yang diadakan Selasa, 30 Juni 2026 lalu.

Tampilnya Tedjodiningrat sangat tepat sebagai Komisaris karena pria kelahiran Surabaya, 20 Juni 1976 cukup berpengalaman. Tedjodiningrat akan memperkuat posisi Bernardus selaku Perencanaan kota, pengembangan wilayah, dan pembiayaan infrastruktur untuk memuluskan visi IKAI yang telah menetapkan beberapa fase yaitu Fase Rekondisi di 2026, Fase Optimalisasi pada 2027, dan Fase Ekspansi yang dimulai pada 2028.

Menurut Desra, Bernardus adalah CEO pertama Otoritas Pengelola Rebana Metropolitan di Jawa Barat, Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang perencanaan kota, pengembangan wilayah, dan pembiayaan infrastruktur, dia pernah memegang posisi senior di berbagai perusahaan konsultan terkemuka seperti Deloitte, EY, dan PwC.

“Saat ini, ia memimpin Otoritas Pengelola Rebana Metropolitan, salah satu koridor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia yang menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta penduduk serta mencakup kawasan industri seluas 42.000 hektar,” ujar Desra.

Baca Juga:  BGN Angkat Suara Soal Tudingan Keuntungan Mitra SPPG Capai Rp1,8 Miliar

Berbalik Dari Negatif ke Positif

Desra menerangkan, PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 pada Selasa, 30 Juni 2026, sebagai wujud komitmen kuat IKAI dalam menjalankan tata kelola usaha yang baik. Pada RUPST itu IKAI menyampaikan lima agenda penting yang mencerminkan komitmen dan konsistensi pertumbuhan kuat dengan penerapan tata kelola usaha yang baik.

Kelima agenda RUPST adalah: Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan tanggal 31 Desember 2025, Laporan Kinerja Usaha, Penetapan Laba Rugi Perseroan, Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, Penunjukkan Kantor Akuntan Publik, serta Perubahan Susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan.

Dijelaskan Desra, menutup tahun 2025 yang penuh tantangan, ekosistem bisnis IKAI tetap mencatatkan pertumbuhan signifikan di dua pilar bisnis utama yaitu Manufaktur dan Hospitality. Ini tercermin dari produksi tahunan premium ceramic tile merek “Essenza” sebanyak lebih dari 1,1 juta m2 dan tingkat hunian rata-rata seluruh hotel yang mencapai 72,5%.

“Dengan kepemimpinan baru sejak semester kedua tahun 2025, IKAI memasuki Fase Pemulihan (Recovery) dan menerapkan beberapa strategi kunci untuk capaian-capaian nyata dalam pemulihan posisi keuangan, perbaikan struktur ekuitas, serta menavigasi tekanan operasional di lini manufaktur,” ucap Desra.

Lebih lanjut Desra mengemukakan, Dewan Komisaris menilai Direksi baru IKAI yang dilantik sejak paruh kedua 2025 telah bekerja dengan tangguh dalam kondisi yang tidak mudah. Keputusan-keputusan diambil secara matang, dan setiap eksekusi dilakukan dengan disiplin. Dalam konteks skala tantangan yang dihadapi, kemajuan yang diraih IKAI signifikan dan arahnya sudah tepat.

Baca Juga:  Kemenperin Pastikan Pasokan Plastik Aman, Imbau Industri Kurangi Ketergantungan Impor

“Fase Pemulihan 2025 telah kita lalui dengan perencanaan strategi finansial, penyelesaian kewajiban yang membebani Perseroan, penyempurnaan tata kelola, dan optimalisasi proses bisnis di seluruh unit bisnis anak usaha. Hasilnya pun jelas: konsolidasi IKAI membukukan pendapatan Rp 148,9 miliar, dengan EBITDA berbalik dari negatif menjadi positif Rp 5,2 miliar di Q4; representasi pertumbuhan revenue di kuartal terakhir 2025 sebesar 71%,” paparnya.

Ia menambahkan, Fase Rekondisi 2026 masih terus berlangsung dengan perencanaan strategis dan penguatan modal kerja. Tahun ini, katanya, perusahaan mulai akan memperkuat pilar ketiga pendapatan baru yaitu Integrated Land Development —termasuk land development, land rights management, utilitas, dan energi— sebagai koridor pertumbuhan strategis berikutnya.

“Dengan fondasi yang sudah diperbaiki dan momentum yang terbangun, kami berkomitmen pada pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan melalui eksekusi disiplin, keputusan berbasis data, dan pengelolaan risiko yang terukur,” kata Desra.

Menyinggung tentang kinerja IKAI untuk tahun buku 2025, Desra menyatakan, sejak penunjukan manajemen baru di semester kedua, perusahaan menjalankan Fase Pemulihan secara sistematis meliputi: merencanakan strategi finansial dan menyelesaikan kewajiban yang membebani perusahaan, menyempurnakan tata kelola, dan mengoptimalkan proses bisnis di seluruh unit anak usaha.

“Hasilnya, konsolidasi IKAI membukukan pendapatan Rp 148,9 miliar, dengan EBITDA berbalik dari negatif menjadi positif Rp 5,2 miliar di Q4, representasi dari pertumbuhan revenue di kuartal terakhir sebesar 71%,” katanya.

INKA membukukan pendapatan Rp 75 miliar melalui adanya perbaikan fasilitas produksi, proses bisnis. INKA merestrukturisasi proses bisnis, mengoptimalkan lini produksi pertama, dan menuntaskan seluruh kewajiban kepada Bank Mandiri: menutup sisa utang Rp 22 miliar dari PKPU senilai Rp 130 miliar di 2017.

Baca Juga:  Viral Indomaret Tutup Massal 31 Mei - 1 Juni, Ini 6 Tuntutan Karyawan yang Bikin Heboh

Di segmen perhotelan, HPI mencatat EBITDA positif Rp 16 miliar dan SMS Rp 9,4 miliar, dengan laju pemulihan operasional yang dilakukan di paruh kedua.

Dari sudut pandang Dewan Komisaris, Direksi IKAI bekerja dengan tangguh dalam kondisi yang tidak mudah. Keputusan diambil dengan matang, eksekusi dilakukan secara disiplin.

Sejumlah inisiatif mengalami penundaan dan beberapa target belum sepenuhnya tercapai. Namun dalam konteks skala tantangan yang dihadapi, kemajuan yang diraih signifikan dan arahnya sudah tepat.

Memasuki 2026, Fase Rekondisi berjalan dengan perencanaan yang semakin strategis dan penguatan modal kerja. Proyeksi pendapatan 2026 diharapkan melampaui periode sebelum Major Maintenance.

Pada 2027, Fase Optimalisasi akan berfokus pada peningkatan bottom line positif di seluruh anak usaha, melalui inisiatif yang membuka arus pendapatan baru di masing-masing unit dan pertumbuhan pilar pendapatan baru.

Dewan Komisaris berkomitmen menjalankan pengawasan sesuai anggaran, memastikan profitabilitas berkelanjutan, mematangkan tata kelola, dan mengkaji portofolio bisnis IKAI secara menyeluruh.

“Kami menghargai seluruh upaya Direksi dalam memberdayakan karyawan dan membangun komunikasi yang baik dengan pemegang saham, mitra bisnis, dan regulator,” kata Desra.

Selain itu, Desra mengungkapkan, IKAI telah menetapkan beberapa fase lanjutan untuk pertumbuhan riil dan berkelanjutan yaitu Fase Rekondisi di 2026, Fase Optimalisasi pada 2027, dan Fase Ekspansi yang dimulai pada 2028. (*)

TEMANISHA.COM