Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Harga BBM per 1 Juli 2026: Dex Series, Pertamax Turbo, hingga Avtur Kompak Turun Harga!

×

Harga BBM per 1 Juli 2026: Dex Series, Pertamax Turbo, hingga Avtur Kompak Turun Harga!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi serta bahan bakar penerbangan (avtur) per 1 Juli 2026.

Dalam kebijakan terbaru ini, pengguna jalan maupun industri penerbangan mendapat kabar segar lantaran harga Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, hingga Avtur resmi dipangkas cukup signifikan.

HALAL BERKAH

Langkah ini diambil Pertamina sebagai bentuk implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi ini mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian ini mengikuti pergerakan harga minyak dunia yang dinamis pasca-lonjakan akibat tensi geopolitik global beberapa waktu lalu.

“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya, langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik dan Tak Ada Pembatasan Pembelian

Penurunan paling mencolok tidak hanya terjadi di darat, melainkan juga di udara. Pertamina mengumumkan harga Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) Banten mengalami penurunan hingga 14 persen.

Sehingga, jika harga Avtur per Juni 2026 Rp22.190 per liter, maka mulai 1 Juli 2026 harganya turun menjadi Rp19.190 per liter atau turun Rp3.000/liter.

Perbandingan Harga di Wilayah Jabodetabek dan Kalimantan Timur

Bagi pengguna kendaraan pribadi dan komersial, Pertamina memastikan bahwa harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) tidak mengalami perubahan (stabil).

Harga kedua jenis bensin ini dipertahankan setelah sempat disesuaikan pada pertengahan Juni lalu menyusul dampak konflik bersenjata antara AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga:  Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik, Stok Nasional Dipastikan Aman

Berikut adalah rincian daftar harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 di dua wilayah sampel:

1. Wilayah Jabodetabek (Penurunan Hingga 15%)

  • Pertamax Turbo (RON 98): Turun 7%, kini menjadi Rp19.300 per liter (Sebelumnya Rp20.750).
  • Dexlite (CN 51): Turun 14%, kini menjadi Rp19.700 per liter (Sebelumnya Rp23.000).
  • Pertamina Dex (CN 53): Turun 15%, kini menjadi Rp21.150 per liter (Sebelumnya Rp24.800).
  • Pertamax (RON 92): Tetap stabil di Rp16.250 per liter.
  • Pertamax Green (RON 95): Tetap stabil di Rp17.000 per liter.

2. Wilayah Kalimantan Timur (Berdasarkan MyPertamina)

  • Pertamax Turbo (RON 98): Turun menjadi Rp19.750 per liter (Sebelumnya Rp21.200 pada awal Juni).
  • Dexlite (CN 51): Turun menjadi Rp20.150 per liter (Sebelumnya Rp23.500 pada awal Juni).
  • Pertamina Dex (CN 53): Turun menjadi Rp21.650 per liter (Sebelumnya Rp25.350 pada awal Juni).
  • Pertamax (RON 92): Tetap bertahan di level Rp16.650 per liter (Tarif stabil pasca-kenaikan khusus 10 Juni).
Baca Juga:  Perampingan BUMN Berjalan, 167 Perusahaan Ditutup Tanpa PHK

Bagaimana dengan BBM Bersubsidi?

Bagi masyarakat luas, pemerintah dan Pertamina berkomitmen untuk menjaga daya beli dengan tidak mengubah tarif BBM penugasan maupun subsidi. Harga kedua produk ini dipastikan flat di seluruh Indonesia. Dengan demikian harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Melalui penyesuaian ini, Pertamina berharap masyarakat dapat menikmati bahan bakar berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif. “Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal,” tutup Kitty Andhora. (*)

TEMANISHA.COM