TOPMEDIA, NEW YORK — Raksasa transportasi luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX, tampaknya belum puas setelah mencetak sejarah lewat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).
Kini, SpaceX dilaporkan siap melakukan langkah mega-akuisisi dengan mencaplok Anysphere, perusahaan perangkat lunak di balik platform pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI) populer, Cursor.
Tidak main-main, SpaceX telah menyiapkan dana fantastis sebesar USD60 miliar atau setara dengan Rp1.063,9 triliun (asumsi kurs Rp17.730/USD) untuk memuluskan aksi korporasi ini.
Langkah berani ini disebut-sebut sebagai strategi besar Elon Musk untuk memperkuat dominasinya di pasar AI korporasi global.
Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa (16/6/2026), proses akuisisi ini dijadwalkan rampung dalam waktu dekat.”SpaceX memperkirakan aksi korporasi akan selesai selama kuartal ketiga tahun 2026,” tulis laporan tersebut.
Pengumuman rencana akuisisi ini datang hanya selang beberapa hari setelah SpaceX resmi melantai di bursa saham (IPO). Dengan valuasi yang menembus USD2 triliun, SpaceX langsung meroket menjadi salah satu perusahaan paling berharga di planet bumi.
Likuiditas dan kepercayaan pasar yang tinggi pasca-IPO ini dinilai memberi keleluasaan penuh bagi SpaceX untuk melakukan ekspansi agresif.
Sebenarnya, ketertarikan SpaceX terhadap Cursor bukan hal baru. Sejak April lalu, SpaceX telah mengamankan opsi kontrak membeli Cursor seharga USD60 miliar di akhir tahun, atau membayar opsi kemitraan baru senilai USD10 miliar. Pada akhirnya, opsi akuisisi penuhlah yang dipilih.
Mengapa Cursor Begitu Seksi bagi Elon Musk?
Didirikan pada tahun 2022, Cursor dengan cepat tumbuh menjadi salah satu bintang paling terang di Silicon Valley, bersanding dengan nama besar seperti OpenAI dan Anthropic.
Platform ini digandrungi jutaan pengembang karena kemampuannya mengotomatisasi pengkodean (coding) menggunakan AI.
Bukan cuma soal teknologi, performa finansial Cursor juga sangat menggiurkan. Pendapatan B2B tahunan menyentuh USD2,6 miliar dengan pertumbuhan penjualan sangat tajam di sektor korporasi.
Akuisisi ini diprediksi akan membawa dampak besar bagi ekosistem bisnis teknologi Elon Musk lainnya, khususnya xAI (pembuat chatbot Grok) yang baru saja resmi bergabung di bawah payung SpaceX pada Februari lalu.
Selama ini, xAI dianggap sedikit tertinggal dari kompetitornya dalam hal fitur pengkodean AI. Masuknya Cursor akan memberikan pijakan yang jauh lebih kuat sekaligus menyuplai kapasitas komputasi raksasa yang dibutuhkan Cursor untuk mengembangkan model AI masa depan.
Sinyal merger ini sebenarnya sudah terbaca sejak Maret 2026, ketika dua kepala teknik produk Cursor memutuskan hijrah ke SpaceX untuk membantu proyek eksplorasi bulan sekaligus memperkuat tim xAI.
Meski kesepakatan ini bernilai fantastis, belum diketahui pasti bagaimana dampak akuisisi ini terhadap komitmen SpaceX dengan penyedia cloud lain. Dalam beberapa pekan terakhir, SpaceX diketahui telah menyewa kapasitas komputasi awan senilai USD26 miliar per tahun dari Anthropic dan Google (Alphabet).
Namun, SpaceX tampaknya sudah mengantisipasi segala skenario. Kontrak dengan Anthropic dan Google tersebut mencakup klausul pemutusan hubungan kerja dalam waktu 90 hari. Artinya, jika infrastruktur Cursor siap diintegrasikan, SpaceX dapat dengan cepat menarik kembali kapasitas komputasinya tanpa hambatan legalitas yang berarti. (*)



















