Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Ramai Isu Grab Angkat Kaki dari Indonesia, CEO Tegaskan Hal Ini!

×

Ramai Isu Grab Angkat Kaki dari Indonesia, CEO Tegaskan Hal Ini!

Sebarkan artikel ini
Logo Grab (istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – PT Grab Indonesia membantah kabar yang menyebut perusahaan itu berencana akan hengkang dari Indonesia. Perusahaan dengan tegas mengatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.

“Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar,” ujar Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026), dikutip dari CNN, Minggu (7/6/2026).

HALAL BERKAH

Grab juga memastikan tetap berkomitmen menjalankan bisnis dan memperkuat kontribusinya di Indonesia.

Perusahaan dengan tegas akan terus mengikuti arah kebijakan pemerintah serta mendukung pengembangan ekonomi digital nasional.

Neneng mengatakan bahwa Grab merupakan ekosistem penting.

“Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga:  IHSG Terkoreksi 14%, Investor Asing Net Sell Besar-Besaran

Neneng Goenadi selaku CEO menegaskan bahwa Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dikabarkan sebelumnya soal kabar yang ramai bahwa perusahaan asal Singapura itu disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasional bahkan keluar dari pasar ride-hailing Indonesia.

Informasi ini diungkap dalam akun Instagram @ecommurz. Rumor itu muncul setelah perusahaan disebut sedang mengevaluasi dampak finansial dari rencana komisi layanan sebesar 8% untuk layanan roda dua.

Disebutkan juga dalam pembahasan internal perusahaan, fokus utama diarahkan pada upaya meminimalkan dampak kebijakan tersebut terhadap bisnis.

Terdapat sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain mengenakan biaya tambahan yang cukup besar kepada konsumen maupun mitra.

Baca Juga:  Ekonomi RI Masih Kokoh, Risiko Resesi Rendah

Kendati demikian, proyeksi internal perusahaan memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menekan permintaan (demand destruction), apalagi mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai semakin menantang, diikuti menyusutnya kelas menengah, serta preferensi konsumen terhadap harga yang lebih murah.

Kemudian ada pula, opsi yang dikabarkan turut dibahas adalah pengurangan sebagian operasi (partial drawdown) hingga kemungkinan Grab keluar dari pasar layanan ride-hailing di Indonesia. (*)

TEMANISHA.COM