TOPMEDIA, WAMENA – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 24 korban tenggelam di Sungai Uwe, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Mereka menjadi korban dari putusnya jembatan gantung Wouma yang menjadi lintasan saat terjadi perang suku di Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya tersebut. Perang tradisional itu melibatkan suku asli Wamena dengan suku Lani dari beberapa tempat di Kabupaten Jayawijaya.
Upaya pencarian intensif masih dilakukan secara bersinergi oleh personel Polres Jayawijaya, Kodim 1702/Jayawijaya, dan Pos Basarnas Wamena.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, menyatakan bahwa pencarian korban dilakukan sejak hari pertama ambruknya jembatan pada Kamis sore, 7 Mei 2026.
Langkah cepat dilakukan bukan hanya untuk kemanusiaan, tetapi juga sebagai upaya krusial meredam gejolak sosial yang memanas di masyarakat karena insiden ini telah memicu konflik perang suku.
“Kami terus melakukan upaya pencarian supaya dapat menurunkan tensi (emosi) dari keluarga korban. Pencarian itu kami lakukan hingga delapan hari lamanya sebelum akhirnya pecah perang antarsuku di Wamena,” kata AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara di Wamena, Minggu (18/5/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian mengakui adanya kendala dalam menetapkan data atau jumlah pasti korban yang jatuh ke sungai. Informasi yang beredar di tengah masyarakat masih sangat simpang siur dan fluktuatif.
Laporan yang diterima petugas, jumlah korban bervariasi mulai dari 7, 20, 33, hingga 38 orang.
Petugas bahkan sempat menerima laporan warga yang menyebutkan seseorang telah meninggal dunia akibat insiden tersebut, namun setelah diverifikasi di lapangan, yang bersangkutan ternyata masih hidup.
Mengingat derasnya arus Sungai Uwe, tim gabungan membagi fokus penyisiran ke dalam tiga titik krusial pencarian guna memastikan seluruh korban yang hanyut dapat ditemukan.
Yaitu Sektor I (hulu) di titik awal putusnya jembatan gantungWouma, Sektor II (tengah) di muara Jembatan Wouma hingga ke belakang Bandara Wamena dan Sektor III (hilir) di kawasan perairan Yikuba.
Hingga berita ini diturunkan, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi berjumlah 24 orang. Pihak Polres Jayawijaya menegaskan bahwa operasi pencarian bersama jajaran Kodim dan Basarnas akan tetap dilanjutkan secara berkala demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga dan menjaga kondusivitas keamanan di Wamena. (*)



















