Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Trump Pilih Jalur Diplomasi, Meski Akses Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Pulih

×

Trump Pilih Jalur Diplomasi, Meski Akses Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Pulih

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mulai membuka peluang untuk mengakhiri konflik dengan Iran, meskipun Selat Hormuz masih belum sepenuhnya dibuka. Informasi ini pertama kali diungkap dalam laporan The Wall Street Journal yang menyebut Trump telah menyampaikan sikap tersebut kepada para pembantunya.

Meski bersedia meredakan perang, Trump tetap menaruh perhatian besar terhadap jalur strategis tersebut. Pemerintah AS masih menginginkan agar Selat Hormuz kembali dapat dilalui secara bebas oleh kapal-kapal dagang, terutama kapal pengangkut minyak dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Selain itu, jalur diplomasi dengan Iran juga disebut masih terus diupayakan agar konflik segera berakhir dan lalu lintas pelayaran kembali normal.

HALAL BERKAH

Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Trump mulai melunak dibanding sikap sebelumnya yang lebih keras. Sebelumnya, Washington sangat menekan agar Selat Hormuz segera dibuka, bahkan sempat mendorong negara-negara sekutu untuk ikut mengirim kekuatan militer guna mengamankan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Donald Trump Gelar Turnamen UFC McGregor vs Chandler di Gedung Putih Rayakan Ultahnya ke-80

Lebih dari 30 negara, termasuk Inggris, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia, sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk mendukung operasi gabungan demi menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Upaya itu dilakukan agar kapal-kapal minyak bisa kembali melintas tanpa ancaman, sehingga pasokan energi dari Timur Tengah ke pasar global tetap lancar.

Kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz memang sangat penting bagi perekonomian dunia. Gangguan di kawasan ini dapat berdampak langsung pada harga minyak global dan memicu krisis energi di banyak negara. Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur laut paling vital karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut.

Baca Juga:  Sejumlah SPBU di Australia Tutup karena Krisis Timur Tengah, Stok BBM Habis

Di sisi lain, Iran disebut telah memberikan izin bagi kapal dari sejumlah negara untuk tetap melintas. Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Jepang, Irak, dan Rusia termasuk yang disebut telah memperoleh akses untuk melewati selat tersebut, setelah sebelumnya sempat tertahan.

Namun, Iran tetap menutup jalur itu bagi kapal yang terkait dengan AS dan Israel. Penutupan ini disebut sebagai respons atas konflik yang sedang berlangsung.

Iran juga tetap bersikeras mempertahankan klaim penguasaannya atas Selat Hormuz. Bahkan, salah satu syarat yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang adalah pengakuan atas kedaulatan mereka di kawasan tersebut.

Pemerintah AS menolak tuntutan tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai langkah Iran bertentangan dengan hukum internasional.

Baca Juga:  Kabar Trump Bermasalah Secara Psikologis Dibantah Gedung Putih dan PM Slovakia

“Ini bukan hanya ilegal, tetapi juga tidak dapat diterima, berbahaya bagi dunia, dan penting bagi dunia untuk memiliki rencana untuk menghadapinya,” kata Rubio.

Situasi ini membuat Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial dalam konflik, sekaligus faktor utama yang memengaruhi stabilitas energi global. (*)

TEMANISHA.COM