Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Kunjungi Islamabad, Menlu Iran Ungkap Syarat Hentikan Konflik

×

Kunjungi Islamabad, Menlu Iran Ungkap Syarat Hentikan Konflik

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, kembali melakukan kunjungan ke Islamabad, Pakistan, dengan membawa misi penting terkait upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat. Kunjungan ini, menurut laporan kantor berita semiresmi Tasnim News Agency pada Minggu (26/4), bertujuan untuk menyampaikan sejumlah syarat dari Iran kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator.

Tasnim menegaskan bahwa agenda perjalanan Araghchi kali ini tidak berkaitan dengan negosiasi nuklir antara Iran dan AS. Fokus utama justru pada penyampaian tuntutan serta pembahasan langkah-langkah yang dinilai perlu untuk mengakhiri konflik yang masih memanas.

HALAL BERKAH

Dalam kunjungannya, Araghchi dijadwalkan membahas berbagai isu strategis bersama pihak Pakistan. Selain memperkuat hubungan bilateral, ia juga akan mengangkat sejumlah poin penting seperti penerapan sistem hukum baru Iran di Selat Hormuz, tuntutan kompensasi perang, hingga jaminan agar tidak terjadi kembali “agresi oleh para penghasut perang.” Selain itu, Iran juga mendorong pencabutan blokade yang dilakukan Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Amerika Dilanda Badai Dingin, 13.000 Penerbangan Dibatalkan

Araghchi tiba di Islamabad pada Minggu sore waktu setempat. Ini merupakan kunjungan keduanya dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya ia sempat berada di Oman. Lawatan singkat ini disebut sebagai bagian dari upaya melanjutkan komunikasi intensif dengan pejabat Pakistan terkait perkembangan situasi kawasan.

Sebelumnya, dalam kunjungan pertamanya sejak Jumat (24/4), Araghchi telah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsultasi diplomatik yang terus berlangsung di tengah situasi yang belum stabil.

Setelah menyelesaikan agendanya di Pakistan, Araghchi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia sebagai tujuan akhir dalam tur regionalnya. Langkah ini menunjukkan upaya Iran untuk memperluas dukungan internasional sekaligus mencari jalan keluar dari konflik yang melibatkan kekuatan besar.

Baca Juga:  Oleh-oleh Kunker, Prabowo Bawa Kerja Sama Mineral dan Energi dari Korsel

Sebagai latar belakang, ketegangan antara Iran dan pihak lawan memuncak setelah serangan gabungan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menghantam Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta aset-aset milik AS di kawasan Timur Tengah. Selain itu, Iran juga memperketat kontrol di Selat Hormuz dengan membatasi perlintasan kapal yang terafiliasi dengan Israel dan AS.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata yang dimulai pada 8 April, disusul perundingan antara Iran dan AS di Islamabad pada 11–12 April. Namun, negosiasi tersebut tidak mencapai kesepakatan. Situasi kembali memanas setelah AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz, yang menghambat aktivitas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran.

Baca Juga:  Jepang Siaga Krisis Energi, 80 Juta Barel Cadangan Minyak Mulai Dilepas

Dalam konteks inilah, kunjungan Araghchi ke Pakistan menjadi krusial. Iran berupaya memanfaatkan peran Pakistan sebagai mediator untuk menyampaikan syarat-syarat yang dianggap penting demi mengakhiri konflik, sekaligus membuka peluang bagi terciptanya solusi diplomatik yang lebih berkelanjutan. (*)

TEMANISHA.COM