Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Sebelum Idul Fitri, Purbaya Gelontor Rp100 Triliun untuk Perbankan, Ini Alasannya!

×

Sebelum Idul Fitri, Purbaya Gelontor Rp100 Triliun untuk Perbankan, Ini Alasannya!

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sebelum Lebaran, diam-diam Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menambah penempatan dana pemerintah sebesar Rp 100 triliun ke perbankan. Gelontoran dana tambahan ini dilakukan sepekan sebelum Lebaran.

Purbaya sengaja mengambil langkah ini setelah dirinya mengira adanya potensi kekeringan likuiditas di pasar keuangan. Sebab, hal ini ditandai dengan kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN).

HALAL BERKAH

“Kalau bond yield naik 0,1% saya udah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4%, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank kurang atau apa penyebabnya? Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi masukin ke sistem. Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga:  Rp 130 Triliun KUR Perumahan Siap Disalurkan Mulai Akhir September 2025

Berdasar laporan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti, dana pemerintah yang berada di Bank Indonesia (BI) masih cukup besar Rp 400 triliun.

Purbaya kemudian meminta agar mendorong Rp 100 triliun ke sistem perbankan, salah satunya Bank Jakarta sebesar Rp 2 triliun.

“Masukin Rp 100 triliun ke perbankan. (Penempatan dana) Baru. Tuh enggak tahu kan. Gue tadinya mau diem-diem aja. Tapi lu pikir kita diam aja, gue masukin,” tambah Purbaya.

Sementara terkait distribusi dana Rp 100 triliun tersebut, Purbaya mengatakan bahwa penempatan dilakukan secara fleksibel. Saat ditanya mengapa bank swasta belum kebagian, Purbaya memberikan jawaban jujur sejatinya ia mengaku lebih berhati-hati dalam menempatkan uang negara di bank swasta untuk menghindari risiko hukum di masa depan.

Baca Juga:  Purbaya Bakal Hukum Penggoreng Saham Nakal

“Belum (dapat dana bank swasta), nanti kabur kalau swasta, gue takut ah. Tapi yang bisa kita kendalikan dulu. Bank swasta kalau mau juga nanti akan kita buka, yang sehat ya. Nanti kalau enggak, gue dipenjara lagi,” terangnya.

Untuk penyalurannya, Purbaya menyebutkan uang tidak difokuskan untuk sektor riil, tapi untuk membeli instrumen SBN.

Menurut Purbaya, di tengah situasi ini, perbankan cenderung menyalurkan dana untuk instrumen dengan risiko rendah.

“Gue pikir kalau mau nambah itu kan kalau nekenin, neken ke bawah kan harus ada pembeli. Taruh aja uang di bank. Pasti bank kan nyariin yang paling gampang. BI atau beli bond, dia bisa beli bond loh. Kalau beli bond akan neken yield ke bawah lagi,” jelas Purbaya. (ton/top)

TEMANISHA.COM