Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Stok Pangan Nasional Surplus Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemerintah Siap Jaga Stabilitas Harga

×

Stok Pangan Nasional Surplus Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, Pemerintah Siap Jaga Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
Pemerintah menyiapkan cadangan beras dan memperkuat pengendalian harga untuk menjaga stabilitas pasar. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi surplus dan aman menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyebutkan bahwa stok 11 hingga 12 bahan pokok strategis tersedia dalam jumlah cukup untuk dua bulan ke depan. “

HALAL BERKAH

Stok pangan kita aman. Bahkan sampai Idul Fitri, stok bahan pokok tersedia dan dalam kondisi terkendali,” ujar Amran dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar dari sembilan bahan pokok utama telah mencapai swasembada, bahkan beberapa komoditas seperti bawang merah sudah menembus pasar ekspor.

“Bawang merah kita sudah swasembada, bahkan ekspor. Tahun 2025 ekspornya sekitar seribu ton. Yang kita benahi sekarang adalah rantai pasokannya agar harga tetap stabil,” jelasnya.

Baca Juga:  Pasokan Beras Nasional 2025 Surplus, Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Awal 2026

Pemerintah juga memperkuat pengendalian harga melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), terutama untuk komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur.

Cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,4 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari, serta menembus 4 juta ton pada Maret 2026. Lonjakan stok ini ditopang oleh peningkatan produksi beras nasional sepanjang tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi FAO dan USDA juga menempatkan produksi Indonesia di kisaran 34,6 juta ton, tertinggi di kawasan ASEAN.

Baca Juga:  Ketergantungan Impor Kedelai Tinggi, Jawa Timur Justru Tembus Rekor Ekspor

Momentum peningkatan produksi diperkirakan berlanjut pada awal 2026. Potensi produksi beras Januari–Maret 2026 diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton, naik 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Amran menegaskan bahwa cadangan pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.

“Kalau pemerintah tidak punya cadangan, bagaimana cara intervensi pasar. Itu sebabnya negara harus hadir dan punya stok yang kuat,” tegasnya.

Ia juga menyebut keberhasilan menjaga harga saat Natal dan Tahun Baru 2026 sebagai bukti efektivitas intervensi pemerintah.

“Alhamdulillah, Nataru kemarin relatif stabil. Itulah yang kita jaga sekarang. Ramadan dan Idul Fitri harus lebih baik, harga terkendali, masyarakat tenang,” pungkas Amran. (*)

TEMANISHA.COM