Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

RPK Viaduct Gubeng Konsisten Berdayakan UMKM dan MBR, Bertahan hingga Tahun Keempat

×

RPK Viaduct Gubeng Konsisten Berdayakan UMKM dan MBR, Bertahan hingga Tahun Keempat

Sebarkan artikel ini
Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng terus membuktikan eksistensinya sebagai ruang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
toplegal

TOPMEDIA-Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng terus membuktikan eksistensinya sebagai ruang pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, RPK yang berlokasi di Jalan Nias Nomor 110, Kecamatan Gubeng, Surabaya ini berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp725.629.834.

HALAL BERKAH

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa konsep rumah padat karya tidak hanya berfungsi sebagai program sosial, tetapi juga mampu berkembang sebagai unit usaha yang kompetitif.

RPK Viaduct diresmikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada 2022.

Memasuki tahun keempat operasional, fasilitas yang berdiri di atas lahan seluas 857 meter persegi ini telah tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan komunitas yang inklusif bagi masyarakat.

Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, menyampaikan bahwa capaian omzet tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang terlibat.

Menurutnya, membangun usaha dengan nilai ratusan juta rupiah bukan perkara mudah, terlebih ketika melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM lokal.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami terus mengukur kemampuan sekaligus membekali keluarga miskin dan pelaku UMKM di Kecamatan Gubeng.

Prinsipnya sederhana, tumbuh bersama, UMKM berkembang, dan keluarga miskin memiliki keterampilan untuk menghasilkan pendapatan,” ujar Eko, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:  JConnect Run Soerabaja 10K 2025, Lari Jadi Tren Gaya Hidup Warga Surabaya

Saat ini, RPK Viaduct by Gubeng menaungi lebih dari 60 pelaku UMKM. Sebagian menjalankan usaha langsung di lokasi, sementara lainnya menitipkan produk.

Untuk menjaga kualitas dan profesionalisme, pengelolaan RPK didampingi tenaga ahli di berbagai bidang, mulai dari operasional kuliner hingga pengelolaan media sosial. Evaluasi rutin dilakukan, tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pembentukan mentalitas kerja.

“Kami sangat memperhatikan kualitas produk, mulai dari standar rasa hingga tampilan kemasan. Disiplin dalam berjualan menjadi kunci pelayanan yang baik. Setiap kritik dan masukan pelanggan kami jadikan bahan evaluasi untuk terus berkembang,” imbuhnya.

Di tengah pesatnya pertumbuhan kafe dan tempat nongkrong di kawasan Jalan Nias, Biliton, dan Sumatera, RPK Viaduct memilih strategi berbeda.

Pengelola tidak semata mengandalkan promosi digital, melainkan fokus membangun basis pelanggan melalui aktivitas komunitas yang berkelanjutan.

“Dengan memfasilitasi kegiatan komunitas secara konsisten, arus pengunjung akan terbentuk secara alami. Pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga profesional rutin berkegiatan di sini, sehingga perputaran ekonomi ikut bergerak,” jelas Eko.

Baca Juga:  Kampung Semanggi Antar Surabaya Raih Juara 1 Inovasi Daerah di INotek Award Jatim 2025

Ke depan, RPK Viaduct diproyeksikan menjadi wadah besar bagi berbagai komunitas.

Tempat ini diharapkan menjadi pusat aktivitas positif bagi generasi muda, kalangan profesional, serta masyarakat umum melalui skema kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Viaduct bukan hanya tempat kuliner, tetapi ruang multifungsi untuk berdiskusi, berkegiatan olahraga seperti basket dan catur, hingga aktivitas seni seperti membatik. Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin tumbuh bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Marketing Communication RPK Viaduct by Gubeng, Fredy Yunarto Sakti Wibowo, menjelaskan bahwa RPK ini resmi beroperasi sejak 8 Mei 2022 dengan misi utama sebagai sarana pengentasan kemiskinan.

Melalui pemberdayaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan UMKM lokal, Viaduct diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis kewirausahaan.

“Seiring waktu, Viaduct berkembang menjadi ruang publik yang inklusif dan mampu menjangkau berbagai segmen, mulai dari pelajar hingga masyarakat menengah ke atas,” kata Fredy.

Ia menambahkan, keberhasilan RPK Viaduct by Gubeng bertahan hampir empat tahun di tengah ketatnya persaingan kuliner pusat kota tidak lepas dari strategi penentuan posisi yang tepat.

Baca Juga:  Pemerintah Didorong Permudah Akses Modal bagi UMKM Konveksi

Saat sebagian besar kafe di sekitarnya menawarkan menu bergaya barat, Viaduct konsisten menyajikan kuliner khas Nusantara dengan harga yang kompetitif.

“Strategi ini terbukti efektif. Sepanjang 2025, omzet mencapai Rp725.629.834 dengan pendapatan bulanan yang relatif stabil hingga sekitar Rp50 juta,” ungkapnya.

Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh perubahan konsep menjadi pusat aktivitas kreatif sejak 2023.

Beragam komunitas rutin berkegiatan di RPK Viaduct by Gubeng, mulai dari kelas catur bersama Persatuan Catur Indonesia, pelatihan membatik, hingga kerajinan tangan.

Keberadaan lapangan basket gratis serta paket reservasi pertemuan dengan harga terjangkau semakin menambah daya tarik tempat ini.

Dalam satu bulan, RPK Viaduct mampu memfasilitasi sekitar 10 hingga 30 agenda komunitas.

Aktivitas tersebut secara langsung menggerakkan roda ekonomi UMKM dan tenaga kerja MBR, dengan dukungan delapan staf operasional yang bertugas dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

“Capaian ini menjadi bukti nyata sinergi antara kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dan semangat kewirausahaan warga dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan serta bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

TEMANISHA.COM