TOPMEDIA, JAKARTA – Infrastruktur jalan tol di Indonesia kini tidak hanya berfungsi sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan penggerak ekonomi logistik nasional.
Dalam situasi darurat pertahanan, jalur-jalur bebas hambatan tersebut kini dirancang untuk dapat berfungsi secara spontan menjadi landasan pacu alternatif bagi jet tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa terdapat empat ruas jalan tol strategis di tanah air yang telah dan sedang disiapkan sebagai landasan pendaratan darurat (emergency landing strip) pesawat tempur.
Keempat ruas tol tersebut meliputi Tol Banda Aceh–Sigli (Aceh), Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan (Jawa Barat), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) di Sumatra Selatan dan Lampung, serta Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) di Jawa Timur.
Konsep inovatif infrastruktur ganda ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Kementerian PU bersama TNI AU baru baru ini telah sukses menggelar uji coba pendaratan darurat pertama di ruas Tol Terpeka pada 11 Februari 2026 lalu.
Dalam uji coba bersejarah tersebut, dua jenis pesawat tempur andalan TNI AU yaitu EMB-314 Super Tucano dan jet tempur F-16 Fighting Falcon berhasil melakukan manuver pendaratan dan lepas landas di atas jalur tol dengan mulus tanpa kendala teknis.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa integrasi fungsi pertahanan ke dalam jaringan jalan tol merupakan bentuk kesiapsiagaan nasional yang sangat strategis tanpa mengorbankan fungsi utama jalan bagi masyarakat umum.
“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda tidak hanya untuk mobilitas dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo.
Dalam kondisi harian normal, keempat ruas tol tersebut tetap beroperasi seperti biasa untuk melayani kendaraan roda empat masyarakat. Namun, jika terjadi situasi darurat pertahanan atau ancaman kedaulatan, area khusus di ruas-ruas tol pilihan tersebut dapat dengan cepat disterilkan dan dialihfungsikan menjadi landasan taktis bagi alutsista udara Indonesia. (*)



















