TOPMEDIA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, yang memastikan bahwa perlindungan terhadap penumpang diberikan secara setara tanpa memandang jenis kelamin.
“Bagi kami, keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki-laki maupun perempuan. Keselamatan adalah nomor satu,” ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas pertanyaan media terkait posisi gerbong khusus perempuan yang selama ini ditempatkan di bagian depan dan belakang rangkaian kereta. Isu ini menjadi perhatian setelah adanya usulan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang menyarankan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah.
Usulan tersebut disampaikan menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Cikarang pada Senin (27/4) malam. Dalam peristiwa itu, gerbong khusus perempuan yang berada di bagian belakang menjadi titik terdampak paling parah. Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang perempuan meninggal dunia dan 91 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Menanggapi hal itu, Bobby menjelaskan bahwa keberadaan gerbong khusus perempuan bukan berkaitan dengan perbedaan tingkat risiko keselamatan secara teknis. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut lebih ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi penumpang perempuan.
Lebih lanjut, Bobby memaparkan tiga alasan utama di balik penempatan gerbong khusus perempuan yang masih dipertahankan hingga saat ini. “Selama ini kami melakukan pemisahan itu karena ada beberapa aspek. Aspek pertama adalah supaya tidak terjadi pelecehan. Yang kedua adalah memberikan kemudahan akses bagi perempuan. Yang ketiga adalah memberikan keamanan lebih karena lokasinya lebih dekat dengan petugas yang ada di ujung,” jelasnya.
KAI menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada, termasuk terkait penempatan gerbong khusus perempuan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang.



















