Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Gempa Besar Guncang Jepang, Warga Siaga Ancaman Susulan dan Tsunami

×

Gempa Besar Guncang Jepang, Warga Siaga Ancaman Susulan dan Tsunami

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pantauan gempa. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA, TOKYO – Jepang kembali diuji bencana alam. Gempa bumi kuat bermagnitudo 7,4–7,7 mengguncang wilayah timur laut Negeri Sakura, Senin (20/4/2026), memicu peringatan tsunami dan evakuasi besar-besaran warga di kawasan pesisir.

Badan Meteorologi Jepang Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat, gempa terjadi di lepas pantai wilayah Sanriku dengan kedalaman sekitar 20 kilometer. Getarannya terasa hingga Tokyo yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

HALAL BERKAH

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah Aomori, Iwate, dan Hokkaido, dengan potensi gelombang mencapai 1 hingga 3 meter. Meski kemudian diturunkan menjadi imbauan, warga tetap diminta menjauhi pesisir dan segera mencari tempat yang lebih tinggi.

Dampak gempa membuat lebih dari 156.000 orang dievakuasi dari lima prefektur terdampak. Selain itu, sekitar 100 rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik, sementara layanan transportasi seperti kereta cepat sempat dihentikan.

Baca Juga:  Alami Krisis, Perusahaan Semi Konduktor Jepang Sony Stop Produksi Memory Card

Rekaman televisi menunjukkan kapal-kapal di pelabuhan bergerak ke laut lepas sebagai langkah antisipasi tsunami. Otoritas juga mengerahkan pengeras suara dan sistem peringatan darurat untuk mempercepat evakuasi.

Risiko Gempa Susulan Meningkat

JMA pada Selasa (21/4/2026) memperingatkan potensi gempa susulan besar masih tinggi. Bahkan, peluang terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 8 atau lebih kini meningkat hingga 10 kali lipat dibanding kondisi normal—dari sekitar 0,1 persen menjadi 1 persen.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi langsung membentuk satuan tugas darurat dan meminta masyarakat tetap waspada.

“Warga di wilayah terdampak diminta segera mengungsi ke tempat aman dan mengikuti arahan otoritas,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).

Pemerintah memastikan tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah Aomori dan Miyagi. Hal ini juga diperkuat oleh pemantauan dari International Atomic Energy Agency yang tidak menemukan situasi abnormal pascagempa.

Baca Juga:  Indonesian-American Games 2026 Raih Dukungan KBRI di Amerika

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Melalui KBRI Tokyo, komunikasi terus dilakukan dengan diaspora Indonesia di wilayah terdampak.

Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Jepang memang rawan gempa bumi akibat aktivitas tektonik yang tinggi. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Meski belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar, ancaman gempa susulan membuat situasi masih jauh dari aman. Pemerintah pun meminta masyarakat tetap siaga dalam beberapa hari ke depan. (*)

TEMANISHA.COM