Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Danantara: Telkom Pangkas Puluhan Anak Usaha Menuju Strategic Holding Digital Kelas Dunia

×

Danantara: Telkom Pangkas Puluhan Anak Usaha Menuju Strategic Holding Digital Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA, JAKARTA – Langkah besar restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai digulirkan secara agresif. Melalui koordinasi bersama Badan Pengaturan BUMN sekaligus Danantara, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mempercepat program perampingan (streamlining) bisnis besar-besaran.

Raksasa telekomunikasi merah putih ini bersiap memangkas puluhan anak usahanya demi efisiensi dan fokus pada bisnis inti (core business).

HALAL BERKAH

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Telkom akan melikuidasi belasan anak perusahaan sebagai langkah awal.

“Yang dilikuidasi 12 atau 14 (anak usaha). Saya lupa, nanti dicek,” ujar Dony saat ditemui seusai menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Meski akan ada penciutan entitas, Dony menjamin kebijakan ini tidak akan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Para karyawan dari perusahaan yang ditutup akan dikonsolidasikan dan diserap ke dalam anak usaha Telkom lain yang mengalami penggabungan (merger).

Baca Juga:  Fokus pada Ambang Batas Sampah dan Kajian Investasi, Danantara Buka Tender PSEL di 25 Kota

“Misalkan seperti sektor fiber optic, itu nanti terkonsolidasi beberapa perusahaan menjadi satu. Jadi skalanya (size) menjadi besar, karyawannya ikut bergabung karena polanya lebih banyak ke merger,” jelas Dony.

Target Akhir 2026: Tersisa 19 Entitas Bisnis

Secara jangka panjang, program transformasi bertajuk Telkom 30 ini menargetkan pemangkasan portofolio yang sangat signifikan. Dari total sekitar 67 anak usaha yang ada saat ini, Telkom Group ditargetkan hanya akan memiliki 19 hingga 20 entitas bisnis saja pada akhir tahun 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa penataan portofolio ini merupakan pengejawantahan dari misi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Danantara selaku pemegang saham mayoritas.

“Langkah downsizing (perampingan) ini ditempuh sebagai bagian dari strategi transformasi Telkom dalam memperkuat fokus pada bisnis inti sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan nilai perusahaan,” kata Dian Siswarini dalam acara business update perseroan di Jakarta.

Baca Juga:  Pembayaran Dana Pensiun Tembus Rp 20,79 T, OJK Singgung Fenomena PHK

Sebagai bukti nyata, Telkom melalui Telkom Metra telah menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk mendivestasi penuh dua anak usahanya di sektor administrasi layanan kesehatan, yakni AdMedika dan TelkoMedika.

“Setelah kami mendapatkan nilai positif (positive value) dari akuisisi tersebut, kami mengambil keputusan untuk melepasnya karena ini bukan kekuatan utama (core strength) atau bisnis inti Telkom Group,” tambah Dian.

Bentuk Entitas Baru B2B ICT dan Tebar Dividen Rp21,9 Triliun

Di tengah aksi pangkas-memangkas anak usaha yang tidak produktif, Telkom justru bersiap melebarkan sayap di sektor digital strategis.

Dian membocorkan bahwa perseroan tengah menyiapkan pembentukan entitas baru yang khusus fokus pada bidang business to business (B2B) information and communication technology (ICT) yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Selain itu, program prioritas lain seperti konsolidasi FiberCo BUMN, ekspansi Data Center, TowerCo (menara telekomunikasi), serta InfraCo terus dikebut untuk membuka nilai ekonomi (unlocking value) aset perusahaan agar dapat berkembang lebih cepat.

Baca Juga:  Waktu Pelaporan Diperpanjang, 11,1 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan 2025

Arah baru Telkom menuju strategic holding digital nasional ini rupanya mendapat respons positif dari para investor. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) terbaru, Telkom tidak hanya merombak jajaran komisaris untuk memperkuat tata kelola (governance), tetapi juga menyepakati pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan nilai fantastis, mencapai Rp21,9 triliun.

Guna menjaga stabilitas harga di pasar, pemegang saham juga merestui rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) perseroan dengan alokasi anggaran sebesar-besarnya Rp4 triliun.

“Ujung dari semua agenda ini adalah membuat tata kelola perusahaan semakin baik, fundamental bisnis semakin kuat, sehingga nilai perusahaan meningkat dan Telkom bisa naik kelas menjadi world class provider,” pungkas Dian optimis. (*)

TEMANISHA.COM