Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Warga Kulon Progo yang Suspek Hantavirus Dinyatakan Negatif

×

Warga Kulon Progo yang Suspek Hantavirus Dinyatakan Negatif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tikus penyebar Hantavirus. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Seorang warga Kulon Progo, Yogyakarta, terindikasi suspek dari hantavirus. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengungkapkan hasil kasus temuan tersebut.

Namun, Dinkes menyampaikan hasil laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan negatif.

HALAL BERKAH

“Pada tahun 2026 ini, memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif,” kata Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih.

Menurut Susilaningsih, salah satu warga Kulon Progo, yang sebelumnya diduga terkena penyakit hantavirus telah menjalani pemeriksaan laboratorium Kemenkes dan diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo dan Dinkes Provinsi DIY.

“Iya, (hasilnya) negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus,” kata Susilaningsih.

Baca Juga:  Kenakan Busana Lokal, Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Wamena

Meskipun hasil negatif, masyarakat di Kabupaten Kulon Progo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko penularan penyakit zoonosis tersebut, terutama pada tikus yang menjadi perantara penularan hantavirus.

“Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Susilaningsih.

Ia menambahkan jika masyarakat setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan, maka harus membiasakan diri untuk mencuci tangan memakai sabun supaya bisa mematikan kuman atau bakteri yang terbawa.

“Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Tulungagung jadi Tersangka Pemerasan, Palak OPD Rp 5 M, Dipakai THR Forkopimda hingga Berobat

Berdasarkan data pada 2025, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada enam orang dengan kasus positif dari surveilans sentinel rutin.

Enam pasien itu telah sembuh, tidak ada kasus kematian, serta tidak ditemukan kasus lainnya.

Kemudian di awal 2026 hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus positif hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium. (*)

TEMANISHA.COM