TOPMEDIA – Di tengah keretakan rumah tangganya dengan Rendy Samuel yang telah berujung talak tiga, selebgram sekaligus pengusaha skincare, Shindy Samuel, membagikan curahan hati yang menyentuh tentang masa terberat dalam hidupnya serta pesan haru untuk sang buah hati, Noah.
Melalui unggahan di media sosial, Shindy mengungkap bahwa titik paling rendah dalam hidupnya bukanlah saat berat badannya pernah mencapai 178 kilogram, maupun ketika selama bertahun-tahun ia merasa hampir tidak mendapatkan nafkah.
“Pernah ada di titik terendah dalam hidupku. Bukan saat berat badanku pernah di angka 178kg. Bukan juga saat dia ‘hampir tidak pernah’ memberikan nafkah selama 9 tahun,” tulis Shindy.
Menurutnya, luka terdalam justru datang dari ucapan orang yang seharusnya paling menghargai dan memuliakannya sebagai pasangan. Ia mengaku pernah mendapat sebutan yang sangat menyakitkan.
“Titik terendah dalam hidupku adalah saat aku dikatain ‘BADAK’ oleh seseorang yang seharusnya paling meratukan aku,” katanya.
Pengakuan tersebut langsung menyita perhatian publik. Bagi Shindy, kata-kata tersebut menjadi luka emosional yang jauh lebih membekas dibanding luka fisik.
“Pernikahan adalah tempat untuk saling memuliakan, bukan tempat untuk saling mempermalukan. Fisik akan menua dan berubah, namun lisan yang baik akan selalu menjaga cinta tetap muda,” tuturnya.
Ia pun mengaku dari pengalaman pahit itu dirinya mulai belajar bangkit dan mencintai diri sendiri.
“Hari itu aku belajar, luka dari kata-kata bisa lebih dalam dari luka fisik. Tapi dari luka itu juga, aku mulai bangkit… perlahan mengenal dan mencintai diriku sendiri lagi,” ungkapnya.
Kini, Shindy memilih fokus pada kebahagiaan dirinya dan lingkungan yang lebih sehat. Ia merasa tidak harus menjadi sosok yang sempurna untuk bisa dihargai.
“Aku tidak perlu menjadi sempurna untuk dihargai. Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri, dan berada di tempat yang tepat dengan orang yang tepat,” ujarnya.
“Karena wanita yang pernah hancur adalah wanita yang tahu cara bersinar lebih kuat dari sebelumnya,” lanjutnya.
Di tengah keputusan besar untuk berpisah dari Rendy, Shindy juga menyampaikan pesan emosional untuk putranya, Noah. Dalam sebuah tayangan YouTube, ia meminta maaf kepada sang anak atas keputusan yang diambil.

“Noah, maafin Bunda ya. Daddy adalah daddy yang terbaik buat Noah, Daddy yang hebat buat Noah, Noah harus sayangin Deddy,” ujarnya.
Meski secara pribadi ia berharap Noah bisa tinggal bersamanya, Shindy tetap menegaskan bahwa anaknya memiliki hak untuk memilih.
“Bunda sih pengennya Noah sama Bunda, ya apapun itu karena kan sesuai UU ya. Tapi Noah berhak memilih kok,” katanya.
Ia juga berusaha menenangkan Noah agar tidak terbebani dengan berbagai hal yang mungkin telah didengar terkait perpisahan kedua orang tuanya.
“Apapun yang Noah dengar kemarin, Bunda enggak apa-apa. Tapi Bunda tau Noah ngerti kok, Noah anak pintar, anak hebat,” ucapnya.
Shindy percaya, seiring bertambahnya usia, Noah akan mampu memahami situasi yang sedang terjadi dan menilainya dengan bijak.
“Dan lebih dewasa nanti, lebih besar nanti Noah biasa menilai. Maksudnya Bunda enggak mungkin jarang punya waktu buat Noah atau apapun itu,” tuturnya.
“Karena Bunda berjuang untuk Noah, dan maafin Bunda harus memilih untuk berpisah sama Deddy,” lanjutnya.
Menurut Shindy, keputusan berpisah diambil bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa mencintai dan memulihkan diri sendiri adalah langkah penting agar dirinya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk anak dan orang-orang di sekitarnya.
“Karena gini pikiran sekarang, pertama dengan cara memberkahi orang lain kan gue harus memberkahi diri gue dulu. Harus diri gue dulu baru gue bisa memberkahi diri orang lain gitu,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa perceraian tidak selalu menjadi hal buruk bagi anak. Dalam pandangannya, hubungan yang lebih sehat setelah berpisah justru bisa membawa dampak yang lebih baik.
“Bukan berarti perceraian itu enggak baik buat anak. Mungkin lebih baik ketika gue bercerai hubungan jadi lebih baik,” tutupnya. (*)



















