TOPMEDIA – Ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, dipastikan dalam kondisi aman hingga akhir tahun 2026. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Dalam laporannya, Mentan Amran menyebut cadangan beras saat ini mencapai 4 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 5 juta ton bulan depan.
“Hari ini cadangan beras mencapai empat juta ton, data dua hari lalu sudah empat juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai lima juta ton. Ini tertinggi cadangan kita, cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun,” kata Amran.
Selain beras, Mentan juga melaporkan perkembangan positif pada komoditas strategis lain, terutama minyak sawit mentah (CPO).
“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik enam juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi Alhamdulillah naik,” ujarnya.
Kenaikan ekspor CPO disebut memperkuat kinerja sektor pertanian secara keseluruhan.
Amran menegaskan sektor pertanian kini memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Nilai Tukar Petani (NTP) juga disebut tertinggi dalam 33 tahun.
“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelas Amran.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menilai kondisi ketahanan pangan nasional menunjukkan fondasi yang kuat.
“Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan darat, perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap,” kata Presiden.
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional semakin kokoh.
Langkah ini sekaligus memperkuat target Indonesia menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil sinergi kebijakan pemerintah dan kerja keras petani.
“Bagi kami, yang terpenting adalah memastikan pangan cukup, petani sejahtera, dan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” pungkas Amran. (*)



















