Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Pemkot Surabaya Siapkan Intervensi Pasar untuk Antisipasi Inflasi Dampak Konflik Global

×

Pemkot Surabaya Siapkan Intervensi Pasar untuk Antisipasi Inflasi Dampak Konflik Global

Sebarkan artikel ini
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya saat memantau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan pasar modern jelang Imlek dan Ramadan. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengantisipasi potensi dampak gejolak geopolitik dunia terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Langkah ini diambil setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada akhir Februari 2026.

HALAL BERKAH

Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan lonjakan harga energi global, terutama minyak dunia.

Selain itu, isu pemblokiran Selat Hormuz juga menjadi perhatian serius karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Jika terganggu, kondisi ini berpotensi memengaruhi harga bahan bakar hingga kebutuhan pokok di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa pemerintah daerah saat ini terus memantau perkembangan situasi global sambil berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Ia juga menyebut adanya imbauan agar masyarakat menunda perjalanan luar negeri yang tidak bersifat mendesak dengan mempertimbangkan kondisi keamanan internasional.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Panggil Distributor Minuman Beralkohol, Tegaskan Larangan Promosi di Media Sosial

Menurut Eri, potensi kenaikan inflasi akibat gejolak global sudah beberapa kali dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan di Surabaya.

Pemerintah kota akan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok hingga pekan depan untuk menentukan langkah lanjutan.

“Masalah ini sudah kami bahas berulang kali dengan para stakeholder terkait kemungkinan terjadinya inflasi. Kami akan memantau perkembangan harga sampai minggu depan. Jika konflik semakin meluas dan Selat Hormuz benar-benar terhambat, kenaikan harga minyak bisa berdampak pada harga berbagai komoditas di Indonesia, termasuk di Surabaya,” ujar Eri, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan, prioritas utama Pemkot Surabaya adalah mencegah dampak konflik global tersebut memicu lonjakan harga yang sulit dikendalikan di tingkat daerah.

Baca Juga:  Tindak Tegas Dua Restoran Langgar Aturan Ramadan

Menurutnya, gejolak geopolitik dapat memicu kenaikan harga bahan bakar sekaligus kebutuhan pokok.

Karena itu, Pemkot Surabaya akan memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan meningkatkan pemantauan harga di pasar, mempererat koordinasi dengan distributor, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman.

Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan intervensi melalui program pasar murah guna menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

“Kami akan menggelar pasar murah dan terus menjaga inflasi agar tetap terkendali di Surabaya meskipun situasi global sedang tidak stabil,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga terus mengikuti perkembangan kondisi internasional sambil menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketenteraman warga Kota Pahlawan.

Eri menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya agar situasi global tidak berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Pastikan Penanganan Maksimal bagi Santri Korban Ambruknya Bangunan Ponpes di Sidoarjo

“Yang terpenting bagi kami adalah menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Jangan sampai lonjakan harga terjadi akibat situasi global,” tegasnya.

Terkait keberadaan warga Surabaya di luar negeri, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Berdasarkan informasi yang diterima, warga negara Indonesia, termasuk warga Surabaya, dilaporkan dalam kondisi aman.

Eri juga memastikan tidak ada pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang sedang menjalankan ibadah umrah di tengah situasi tersebut.

Selain itu, ia kembali mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak demi faktor keamanan.

“Kami mengimbau warga Surabaya untuk menunda perjalanan luar negeri yang tidak mendesak. Dengan melihat kondisi global saat ini, lebih baik perjalanan tersebut dijadwalkan ulang demi keselamatan,” pungkasnya.

TEMANISHA.COM