Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Ramadan 2026 Lebih Sehat! Pemkot Surabaya Dorong Warga Perbanyak Konsumsi Ikan untuk Menu Sahur dan Berbuka

×

Ramadan 2026 Lebih Sehat! Pemkot Surabaya Dorong Warga Perbanyak Konsumsi Ikan untuk Menu Sahur dan Berbuka

Sebarkan artikel ini
Menurut Antiek, konsumsi ikan penting karena kandungan gizinya yang tinggi, mulai dari protein, omega-3, vitamin, hingga mineral yang berperan besar dalam pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak.
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemerintah Kota Surabaya) mengajak masyarakat menjadikan ikan sebagai menu utama keluarga selama Ramadan 2026 guna mendukung pola makan sehat dan seimbang.

Selain kaya nutrisi, ikan dinilai praktis diolah menjadi berbagai hidangan sahur maupun berbuka yang lezat serta ramah bagi anak-anak.

HALAL BERKAH

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momen tepat untuk memperkenalkan variasi sumber protein kepada masyarakat.

Ia menegaskan ikan tidak lagi sekadar alternatif, melainkan dapat menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Menurut Antiek, konsumsi ikan penting karena kandungan gizinya yang tinggi, mulai dari protein, omega-3, vitamin, hingga mineral yang berperan besar dalam pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak.

Baca Juga:  Tasya Farasya Rayakan Status Baru dengan Kue Bertuliskan “Officially Unmarried”

Pemkot Surabaya juga memastikan pasokan bahan pangan, khususnya ikan, tetap aman dan stabil sepanjang Ramadan.

Ketersediaan ikan di pasar tradisional maupun sentra perikanan dinilai mencukupi sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan bahan pangan bergizi dengan harga yang relatif terjangkau.

Ia menambahkan, keberhasilan Surabaya meraih penghargaan sebagai kota dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi pada 2024 menjadi motivasi untuk terus memperkuat edukasi masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan.

Kampanye tersebut selaras dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui Gerakan Gemar Makan Ikan.

Program ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak PAUD hingga pelajar SMA, serta para ibu, terutama yang memiliki balita dan anak berisiko stunting.

Baca Juga:  Akhir Pilu di Balik Lajunya Motor RX-King, Gary Iskak Pergi untuk Selamanya

Edukasi dilakukan melalui pelatihan pengolahan ikan agar lebih menarik bagi anak-anak.

Selama ini, sebagian anak kurang menyukai ikan karena durinya, sehingga DKPP memperkenalkan berbagai olahan kreatif seperti bakso ikan, nugget ikan, abon, dimsum, hingga sempol berbahan lele agar lebih praktis dan diminati.

Pemkot Surabaya juga menggandeng Tim Penggerak PKK untuk mengadakan pelatihan memasak bersama chef serta lomba kreasi menu berbasis ikan.

Resep terbaik kemudian dibagikan kepada masyarakat agar dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Antiek menegaskan bahwa konsumsi ikan tidak harus mahal. Ikan air tawar seperti lele, nila, mujair, dan gurami tetap memiliki nilai gizi tinggi serta mudah diolah menjadi berbagai hidangan keluarga.

Baca Juga:  Heboh Hoaks Perceraian, Ahmad Dhani dan Mulan Tegaskan Rumah Tangga Baik-Baik Saja

Selain itu, produk olahan beku berbahan ikan kini semakin mudah ditemukan sehingga memudahkan keluarga dalam menyiapkan makanan sehat secara praktis.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kesadaran akan kesehatan keluarga sekaligus mendukung perekonomian sektor perikanan lokal.

Pemkot Surabaya berharap kebiasaan makan ikan dapat terus meningkat. Dengan membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini, masyarakat turut menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan cerdas.

TEMANISHA.COM