TOPMEDIA, SURABAYA – Manajemen Persebaya Surabaya bergerak cepat dalam menyusun kekuatan baru demi menyongsong kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027.
Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan dua bek asing anyar, Yuran Fernandes dan Jose Walber Mota de Amorim, guna memperkokoh tembok pertahanan.
Langkah agresif di bursa transfer ini diambil setelah Persebaya resmi menyudahi kerja sama dengan bek asing mereka musim lalu, Gustavo Fernandes.
Perburuan menara kembar baru di lini belakang ini menjadi prioritas utama manajemen untuk mendongkrak performa tim musim depan.
Daya tarik utama dalam saga transfer ini adalah rumor merapatnya Yuran Fernandes. Pemain andalan asal Tanjung Verde (Cape de Verde) tersebut bukan orang baru di kancah sepak bola nasional. Memulai karier di Indonesia sejak 2022, Yuran dikenal memiliki keunggulan fisik dan ketajaman dalam situasi bola mati.
Sepanjang musim 2025/2026 bersama PSM Makassar, bek bertinggi besar ini tampil konsisten dengan membukukan 5 gol dan 1 assist dari 26 pertandingan.
Kepindahannya ke Kota Pahlawan sekaligus membuka jalan reuni dengan pelatih kepala Persebaya, Bernardo Tavares. Keduanya memiliki memori manis saat membawa Juku Eja merengkuh gelar juara Liga 1 pada musim 2022/2023.
Tidak hanya Yuran, lini pertahanan Bajul Ijo bakal semakin kental dengan nuansa Samba lewat kehadiran Jose Walber Mota de Amorim.
Bek tengah berkebangsaan Brasil berusia 28 tahun ini dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan manajemen Persebaya.
Sebelumnya, pemain bertinggi badan 1,86 meter ini memperkuat klub kasta tertinggi Liga Vietnam, Nam Dinh FC.
Menariknya, pada musim 2025/2026, Walber lebih banyak didaftarkan Nam Dinh FC untuk kompetisi non-liga.
Ia tercatat mengemas 13 penampilan yang tersebar di ajang Vietnam Cup, AFC Champions League (ACL) Two, dan Shopee Cup (ASEAN Club Championship). Pengalaman internasionalnya di level Asia diharapkan mampu membawa stabilitas baru bagi Persebaya.
Meski kabar kesepakatan ini sudah berembus kencang di jagat maya, pelatih Bernardo Tavares masih memilih untuk bersikap tertutup.
Arsitek taktik asal Portugal tersebut belum bersedia memberikan pernyataan resmi terkait detail perombakan komposisi pemain asingnya.
“I belum bisa bilang seberapa banyak (perombakan pemain). Siapa yang akan pergi dan siapa yang akan datang, karena saya pikir ini bukan waktu yang tepat,” ujar Bernardo Tavares diplomatis, menekankan pentingnya menjaga momentum tim.
Walau manajemen masih menyimpan rapat pengumuman resmi, sinyal eksodus pemain lama sudah terlihat jelas.
Tiga legiun asing Persebaya musim lalu, yakni Bruno Paraiba, Gustavo Fernandes, dan Pedro Matos, terpantau sudah menyampaikan salam perpisahan secara terbuka melalui akun Instagram pribadi mereka masing-masing.
Di tengah rumor kedatangan para penggawa baru, manajemen Persebaya memberikan kepastian yang sangat dinantikan oleh publik sepak bola Surabaya. Pada Selasa (2/6/2026), manajemen Bajol Ijo resmi memperpanjang kontrak bek asing asal Brasil, Jefferson Silva.
Langkah cepat mengamankan tanda tangan Jefferson Silva didasari oleh performa impresif dan lugas yang ia tunjukkan sepanjang musim lalu.
Keputusan ini langsung memicu respons positif dan rasa puas di kalangan pendukung setia, Bonek, yang sejak beberapa bulan terakhir gencar menyuarakan desakan di media sosial agar sang pemain tetap dipertahankan.
Dengan bertahannya Jefferson Silva serta potensi bergabungnya Yuran Fernandes dan Jose Walber, lini pertahanan Persebaya Surabaya diprediksi akan menjadi salah satu yang paling ditakuti dan sulit ditembus pada kompetisi musim depan. (*)



















