Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemerintah Fokus Perluas Program Pemberdayaan, Kemiskinan Ekstrem Turun

×

Pemerintah Fokus Perluas Program Pemberdayaan, Kemiskinan Ekstrem Turun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kawasan padat penduduk di perkotaan. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah mencatat capaian penting dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa jumlah penduduk miskin ekstrem turun dari 3,56 juta jiwa menjadi 2,2 juta jiwa. Hal ini berarti sekitar 1,36 juta penduduk berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem.

Muhaimin menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

HALAL BERKAH

“Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Artinya, sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem telah naik kelas. Ini capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Muhaimin Dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,, Senin (27/4/2026).

Baca Juga:  Dewan Pers Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta

Muhaimin menjelaskan bahwa perlindungan sosial menjangkau 8,56 juta keluarga miskin atau 93,6 persen dari total sasaran, dengan lebih dari separuh menerima lebih dari satu program intervensi.

Program padat karya melibatkan lebih dari dua juta orang, sementara pembangunan Sekolah Rakyat tahap II telah mencapai 69 unit.

Di sektor ekonomi, akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil diperkuat dengan dua juta debitur baru UMKM yang memperoleh permodalan.

Selain itu, 111 ribu pekerja migran difasilitasi penempatan kerja, dan 28 ribu keluarga mendapat pendampingan melalui program reformasi agraria.

Kemajuan juga terlihat di bidang layanan dasar. Sebanyak 99,4 persen kecamatan kini memiliki puskesmas, 82,3 persen desa memiliki layanan pendidikan dasar, dan 89 persen kecamatan memiliki layanan pendidikan menengah. Pemerintah juga membangun dan merenovasi 10.171 unit rumah melalui program BSPS di 219 kabupaten/kota.

Baca Juga:  Diduga Peras Kadindik Jatim, Dua Mahasiswa Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat.

Di bidang pendidikan, sebanyak 61,9 juta penduduk terlayani berbagai program, termasuk operasional 166 Sekolah Rakyat yang menampung hampir 15 ribu siswa dari keluarga miskin.

“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM