TOPMEDIA, SURABAYA – Keamanan lalu lintas Surabaya dibayang-bayangi pencurian. Hal itu menjadi kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Jalan Mayjen Sungkono arah Adityawarman, Surabaya, sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin (2/11/2026) pagi. Pencurian traffic light terjadi di dekat persimpangan TVRI.
Sebelumnya, pendengar Radio Suara Surabaya sebelumnya mereka mengeluhkan durasi lampu merah yang terlalu lama, sementara itu lampu hijau menyala terlalu singkat. Akibatnya, antrean kendaraan mengular sekitar underpass Satelit.
Menanggapi kejadian itu, Trio Wahyu Bowo Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya membenarkan adanya perangkat yang hilang setelah petugas melakukan pemeriksaan di lokasi.
“Nah, ternyata setelah kami cek ke lokasi, setelah kami cek di lapangan, alat yang hilang itu miliknya Telkom,” kata Trio saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (2/11/2026).
Kata Trio, perangkat itu merupakan penguat jaringan milik Telkom yang digunakan Dishub Surabaya untuk mengendalikan siklus waktu lampu lalu lintas secara otomatis melalui pusat kendali Surabaya Intelligent Transport System (SITS) Bratang.
Alat berbentuk kotak itu raib membuat pengaturan lampu lalu lintas tidak dapat dikendalikan langsung dari pusat. Karenanya, untuk mengatasi kemacetan itu, Dishub akhirnya menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan secara manual di lokasi.
“Kami koordinasi terus untuk penggantian alat tersebut supaya nantinya ini bisa tersambung lagi, kembali normal,” ujarnya.
Selain berkoordinasi penggantian perangkat, Dishub berkomunikasi dengan Telkom terkait adanya pelaporan kehilangan kepada kepolisian. Sementara itu nilai kerugian akibat hilangnya alat tersebut juga masih menunggu informasi dari Telkom.
Kata Trio melanjutkan, kejadian ini menjadi evaluasi pengamanan perangkat lalu lintas yang berada di tepi jalan. Dishub mempertimbangkan pemasangan jeruji besi untuk mencegah kejadian serupa.
“Tapi ini kami akan pertimbangkan untuk memasang itu (jeruji besi), supaya mengamankan peralatan yang ada di tepi jalan milik pemerintah Kota Surabaya,” katanya.
Menurut Trio, kehilangan perangkat ini bukan hanya merugikan pemilik aset, tetapi juga masyarakat, karena itu berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas. Kini lalu lintas di jalan tersebut sudah berangsur normal.
Sebelumnya, SITS sewaktu dikonfirmasi membenarkan jika alat penguat jaringan di traffic light dekat TVRI Mayjen Sungkono itu hilang. Petugas langsung melakukan pemeriksaan pada, Minggu malam, menemukan kotak/boks tersebut dalam posisi terbuka dan isinya hilang.
“Waktu rekan lapangan di lokasi, posisi tempat alat sudah terbuka dan barangnya hila,” kata operator WA SITS saat dikonfirmasi, Minggu malam. (ton)



















