TOPMEDIA – Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat program hilirisasi dengan cakupan yang lebih luas. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa hilirisasi selanjutnya akan dibangun di 13 lokasi di Indonesia, dengan fokus pada sektor strategis seperti waste to energy, sumber daya mineral, agrikultur, padat karya, hingga garmen.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rosan mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas arahan hari ini terkait perkembangan program hilirisasi yang selanjutnya akan dibangun di 13 lokasi di Indonesia,” tulisnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Rosan, arahan Presiden menjadi landasan penting untuk memperluas hilirisasi agar tidak hanya terbatas pada sektor energi dan mineral.
Pemerintah kini mendorong pengembangan ke sektor pertanian dan perikanan, yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah.
Rosan menegaskan bahwa hilirisasi di sektor pertanian dan perikanan akan membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat rantai pasok domestik.
“Hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke sektor pertanian dan perikanan. Investasi di Indonesia insyaAllah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi berkualitas, memperluas penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.
Dengan rencana pembangunan hilirisasi di 13 lokasi dan fokus baru pada sektor pertanian serta perikanan, pemerintah menegaskan arah kebijakan yang lebih inklusif.
Rosan menekankan bahwa hilirisasi bukan hanya soal energi dan mineral, tetapi juga tentang memperkuat sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Investasi yang masuk akan semakin bernilai tambah dan menggerakkan industri nasional agar lebih kompetitif,” pungkasnya. (*)



















