Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Singapura Jadi Investor Asing Terbesar, Hilirisasi Indonesia Raup Rp 147,5 Triliun

×

Singapura Jadi Investor Asing Terbesar, Hilirisasi Indonesia Raup Rp 147,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Realisasi investasi hilirisasi kuartal I 2026 mencapai Rp 147,5 triliun, dengan mayoritas dana masuk ke sektor mineral. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Realisasi investasi hilirisasi di Indonesia sepanjang Januari–Maret 2026 mencatatkan capaian positif. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa nilai investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp 147,5 triliun, meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kontribusi dari investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan, mencapai 29,6 persen di triwulan pertama ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

HALAL BERKAH

Rosan menjelaskan bahwa mayoritas investasi masih berasal dari sektor mineral dengan total Rp 98,3 triliun atau 66,6 persen dari keseluruhan realisasi. Dana tersebut banyak digunakan untuk pembangunan fasilitas pengolahan nikel.

“Nomor satu masih nikel dengan Rp 41,5 triliun, kemudian tembaga Rp 20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp 13,7 triliun, timah Rp 2,5 triliun, dan lainnya Rp 2,9 triliun,” paparnya.
Selain mineral, investasi hilirisasi juga mengalir ke sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai Rp 29,8 triliun.

Baca Juga:  BNN akan Larang Vape, Singapura Jadi Acuan Kebijakan

Komoditas utama yang mendapat suntikan modal antara lain kelapa sawit Rp 18,3 triliun, kayu log Rp 7 triliun, karet Rp 2,4 triliun, serta komoditas lain seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel senilai Rp 2,1 triliun.

Sektor minyak dan gas bumi turut mencatatkan investasi Rp 17,7 triliun, sementara sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp 1,7 triliun. Rosan optimistis subsektor perikanan akan meningkat pada semester berikutnya.

“Saya mendapat informasi bahwa investasi di bidang garam, rumput laut, dan ikan tilapia sudah mulai akan berjalan pada semester depan,” jelasnya.

Dari sisi penanaman modal asing (PMA), realisasi kuartal I 2026 mencapai Rp 250 triliun atau 50,1 persen dari total investasi nasional sebesar Rp 498,8 triliun. Menariknya, Singapura kembali menjadi negara dengan investasi terbesar ke Indonesia, mencapai US$4,6 miliar atau Rp75,9 triliun.

Baca Juga:  Bukan Lagi Timur Tengah, Pemerintah Alihkan Impor LNG ke AS dan Australia

“Selama 10 tahun terakhir, Singapura konsisten menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia,” kata Rosan.

Hong Kong berada di posisi kedua dengan USD 2,7 miliar (Rp 44,55 triliun), disusul China dengan USD 2,2 miliar (Rp 36,3 triliun).

Jika digabung, Hong Kong dan China menyumbang USD 4,9 miliar, menjadikan keduanya investor terbesar secara kolektif.

Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan USD 1,3 miliar (Rp 21,45 triliun), sementara Jepang berada di posisi kelima dengan USD 1 miliar (Rp 16,5 triliun).

Rosan menambahkan bahwa subsektor industri logam dasar menjadi penerima investasi asing terbesar dengan nilai USD 3,7 miliar (Rp 61,05 triliun).

Disusul subsektor jasa lainnya senilai USD 2,1 miliar (Rp 34,65 triliun), pertambangan USD 1,1 miliar (Rp18,15 triliun), serta perumahan, kawasan industri, perkantoran, dan sektor listrik, gas, serta air masing-masing USD 0,9 miliar (Rp 14,85 triliun). (*)

TEMANISHA.COM