Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Pangkas Gap Pendidikan, Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa di Jatim

×

Pangkas Gap Pendidikan, Khofifah Luncurkan 143 Ribu Kuota Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa di Jatim

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meluncurkan program beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi lebih dari 143 ribu pelajar serta mahasiswa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (19/6/2026). (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi meluncurkan program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan berskala besar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/6).

Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 143 ribu kuota disiapkan untuk pelajar SMA/SMK serta mahasiswa baru di Jawa Timur melalui kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pendidikan swasta.

HALAL BERKAH

Program ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur, yang terbagi menjadi dua sektor utama. Yaitu 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan untuk calon murid SMA dan SMK swasta, serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah untuk calon mahasiswa baru Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” tegas Khofifah dalam sambutannya.

Baca Juga:  5 Manfaat Penting Update OS HP , Untuk Keamanan Perangkat

Peluncuran program masif ini bukan tanpa alasan. Khofifah membeberkan tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan Jatim saat ini, khususnya mengenai ketimpangan antara jumlah kelulusan dan daya tampung sekolah negeri.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2026, jumlah lulusan SMP/MTs sederajat mencapai 618.479 siswa. Sementara itu, daya tampung SMA dan SMK negeri di Jatim hanya mampu menyediakan 244.621 kursi. Sehingga, ada 373.858 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Artinya, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Masih terdapat sekitar 373.858 anak atau 60,45 persen lulusan yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Insya Allah, dengan program ini bisa menutup gap pendidikan kita,” urai Khofifah.

Baca Juga:  4 Penyebab Baterai HP Matot yang Sering Dianggap Sepele

Melalui sinergi yang kuat antara Pemprov Jatim dan sektor swasta, jumlah sekolah yang terlibat dalam program ini mengalami kenaikan signifikan. Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah SMA/SMK swasta yang berpartisipasi meningkat menjadi 2.106 sekolah (terdiri dari 860 SMA dan 1.246 SMK), naik dari tahun sebelumnya yang hanya 1.772 sekolah.

Untuk jenjang sekolah menengah ini, skema bantuan dibagi menjadi dua kategori, yakni beasiswa penuh yang diberikan kepada 44.421 siswa dan potongan biaya pendidikan berupa pembebasan uang gedung, potongan SPP, hingga bantuan fasilitas lain yang diberikan kepada 36.710 siswa.

Tidak kalah agresif, di sektor pendidikan tinggi, Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat sudah ada 84 PTS yang berkomitmen penuh menyediakan 62.000 kuota beasiswa. Bahkan, sejumlah kampus swasta tersebut juga siap memberikan bantuan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa penerima program yang memenuhi kriteria.

Baca Juga:  Susun Formula Liga 3 dan 4 dari Jawa Timur, Erick Thohir Gaet Kepala Daerah Bangun Sepak Bola Akar Rumput

Di akhir keterangannya, Khofifah menekankan bahwa investasi besar di bidang pendidikan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) di Jawa Timur.

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM