Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Menkeu Optimis Rupiah Bakal Menguat pada Semester II Juli-Desember 2026, Ini Alasannya!

×

Menkeu Optimis Rupiah Bakal Menguat pada Semester II Juli-Desember 2026, Ini Alasannya!

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Optimisme menguatnya rupiah dihembuskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, menurutnya, penguatan akan terjadi secara bertahap pada semester II atau Juli-Desember 2026.

HALAL BERKAH

“Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II-2026,” kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, kemarin.

Kata Purbaya, tekanan rupiah utamanya dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk-off di pasar keuangan, serta tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik.

Lanjutnya, tekanan tersebut bisa diredam berkat koordinasi yang solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, serta perbaikan tata kelola devisa hasil ekspor (DHE).

Baca Juga:  Wamenpora Beri Apresiasi Atlet Denmark Open 2025

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola DHE, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas di dalam negeri, ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” ucap Purbaya.

Pemerintah telah mematok nilai tukar rupiah bergerak di angka Rp 16.800-17.500/US$ pada 2027. Hal itu dituangkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Sambungnya, penguatan nilai tukar rupiah dipikul dari sejumlah faktor, termasuk ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang diperkirakan akan mereda. Kondisi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global membaik.

Baca Juga:  Kepala BGN: Program MBG Kunci Putus Rantai Stunting dan Rendahnya IQ Generasi Emas

“Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah memperkirakan rupiah di 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS,” tutur Purbaya. (*)

TEMANISHA.COM