TOPMEDIA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari panggung tertinggi sepak bola Indonesia. I.League selaku operator kompetisi resmi menghapus regulasi wajib memainkan pemain di bawah usia 23 tahun (U-23) sebagai starter di kompetisi Super League pada musim depan.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Kompetisi, Asep Saputra. Dengan regulasi ini, maka tidak akan ada lagi pemandangan di mana pelatih wajib memainkan minimal satu pemain muda selama 45 menit pertama seperti yang terjadi sepanjang gelaran Super League musim ini.
“Ada perubahan di regulasi U-23-nya, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up di 45 menit,” ungkap Asep Saputra saat ditemui awak media di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Minggu (17/5), usai laga final Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20.
Keputusan ini tentu melahirkan pro dan kontra. Selama ini, regulasi U-23 dinilai menjadi panggung bagi talenta muda untuk mencicipi menit bermain di level profesional. Namun, di sisi lain, aturan ini kerap dianggap membatasi strategi pelatih.
Saat disinggung apakah penghapusan ini merupakan desakan dari klub-klub peserta, Asep menjelaskan bahwa keputusan ini diambil melalui proses diskusi yang panjang dengan berbagai pihak yang berkompeten.
“Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi dengan mereka yang punya kompetensi dan kepentingan di sana. Jadi sebetulnya ini adalah sebuah proses, dan kemarin sudah kita presentasikan di depan,” tambah Asep.
Kuota Pemain Asing Tetap Gemuk
Jika regulasi pemain lokal usia muda mengalami perombakan total, berbeda nasibnya dengan regulasi pemain asing. Asep menegaskan bahwa slot legiun asing untuk musim depan dipastikan tidak mengalami perubahan dan tetap mengacu pada regulasi musim ini.
Klub boleh mendaftarkan hingga full team 11 pemain asing, meski bukan kewajiban. Klub bebas mendaftarkan di bawah jumlah tersebut.
Daftar Susunan Pemain (DSP) maksimal terdiri dari 9 pemain asing dalam satu pertandingan dimana hanya 7 pemain asing yang diizinkan bermain secara bersamaan di lapangan.
Selain perombakan regulasi, pencinta sepak bola juga dibuat penasaran dengan wacana kompetisi tambahan (turnamen domestik) yang sempat dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pada bulan lalu.
Menanggapi hal tersebut, Asep Saputra mengakui pihak operator sedang mematangkan rencana tersebut. Namun, mereka tidak ingin terburu-buru demi menjaga jadwal agar tidak bentrok dengan agenda internasional.
“Bukan kita kebingungan, ya. Justru kita ingin memastikan sinkronisasi semuanya. Super League-nya, Championship-nya. Kalaupun ada turnamen yang memang akan kita launching kemudian hari, itu harus sinkron dengan agenda AFC dan ASEAN,” tuturnya.
Pihak operator pun berjanji akan mengumumkan kalender resmi kompetisi musim depan dalam waktu dekat setelah semuanya terukur dengan matang. (*)



















