TOPMEDIA – Pope Leo memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan memperluas kebijakan Gereja Katolik terkait pemberkatan bagi pasangan sesama jenis. Ia memilih tetap berada pada garis kebijakan yang sebelumnya ditetapkan oleh Pope Francis.
Menurut Paus Leo, jika kebijakan tersebut diperluas, justru berisiko menimbulkan perpecahan di dalam Gereja. Hal itu ia sampaikan saat berbicara dalam konferensi pers di pesawat, ketika kembali ke Roma setelah melakukan kunjungan ke empat negara di Afrika. “Untuk melangkah lebih jauh dari itu hari ini, saya pikir topik ini dapat menyebabkan lebih banyak perpecahan daripada persatuan,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Paus Fransiskus pada 2023 yang mengizinkan pastor memberikan berkat secara informal kepada pasangan sesama jenis. Namun, pemberkatan tersebut hanya boleh dilakukan di luar upacara resmi dan berdasarkan pertimbangan kasus per kasus.
Meski begitu, Paus Leo menegaskan bahwa Vatikan tidak memiliki rencana untuk menjadikan kebijakan tersebut sebagai aturan resmi yang lebih luas.
Kebijakan yang dibuat Paus Fransiskus sebelumnya memang sempat memicu perdebatan di kalangan Gereja Katolik. Beberapa uskup, terutama di wilayah Afrika, bahkan memilih tidak menerapkannya di daerah masing-masing.
Saat ditanya mengenai rencana Reinhard Marx yang ingin menerapkan pemberkatan formal di keuskupannya, Paus Leo tidak memberikan kritik secara langsung. Ia hanya mengingatkan bahwa Vatikan sebelumnya telah memberikan arahan kepada para uskup di Jerman agar tidak membuat ritual resmi untuk hal tersebut.
“Takhta Suci telah memperjelas bahwa kami tidak setuju dengan pemberkatan pasangan yang diformalkan,” katanya.
Lebih lanjut, Paus Leo menilai bahwa pembahasan soal moralitas di Gereja seharusnya tidak hanya terfokus pada isu seksual semata.
“Kita cenderung berpikir bahwa ketika Gereja berbicara tentang moralitas, satu-satunya masalah moralitas adalah seksual,” ujarnya.
“Pada kenyataannya, saya percaya ada masalah yang jauh lebih besar dan lebih penting seperti keadilan, kesetaraan, serta kebebasan pria dan wanita,” tambahnya.
Sebagai bagian dari ajarannya, Gereja Katolik tetap memandang hubungan seksual di luar pernikahan heteroseksual sebagai dosa. Selain itu, umat dengan ketertarikan sesama jenis diajarkan untuk menjalani kehidupan yang suci sesuai ajaran Gereja. (*)
Takhta Suci Tegas, Pemberkatan Pasangan Sesama Jenis Tak Akan Diperluas
Ayunda2 min baca
TOPMEDIA – Pope Leo memberikan sinyal bahwa dirinya tidak akan memperluas kebijakan Gereja Katolik terkait pemberkatan bagi pasangan sesama jenis. Ia memilih tetap berada pada garis kebijakan yang sebelumnya ditetapkan oleh Pope Francis.



















