Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Waspada, Kanker Usus Besar Mulai Serang Usia Muda

×

Waspada, Kanker Usus Besar Mulai Serang Usia Muda

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kanker usus besar. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Kemajuan teknologi medis, diikuti dengan kecepatan penyakit menyerang. Salah satunya kanker usus besar atau kanker kolorektal yang biasanya merupakan kondisi penyakit orang berusia lanjut.

Namun, kini kanker usus besar mulai sering menyerang populasi yang lebih muda.

HALAL BERKAH

Dari berbagai studi menyebut terutama yang di negara-negara maju, kasus kanker usus besar terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun terus meningkat sejak tahun 1990-an.

Berikut untuk diketahui faktor risiko dan gejala kanker usus besar di usia muda berikut ini:

Faktor Risiko Kanker Usus Besar di Usia Muda

Sekitar 20 persen orang dengan kanker usus besar yang muncul di usia dini, diduga faktor genetik menjadi penyebab utamanya.

Namun, sebagian besar penderita kanker usus besar di usia muda tidak memiliki kondisi genetik tersebut.

Sementara itu, dikutip dari laman Mayo Clinic, beberapa faktor risiko lainnya mencakup :

1. Perubahan mikrobioma usus, sebuah studi mengungkap bahwa pengidap kanker usus besar kerap kali memiliki variasi bakteri usus yang lebih sedikit dibandingkan orang sehat.

2. Penggunaan antibiotik, penggunaan yang terutama pada usia dini, dapat mengganggu mikrobioma usus sehingga meningkatkan risiko kanker dalam waktu jangka panjang.

3. Pola makan tidak sehat, dengan sering mengonsumsi minuman manis dan makanan olahan pada masa remaja hingga dewasa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar di usia muda.

4. Kurang aktivitas fisik, duduk berjam-jam selama masa remaja dan awal dewasa, misalnya saat menonton TV atau bekerja di meja, sangat terkait dengan meningkatnya risiko kanker usus besar di usia muda.

Baca Juga:  Dibalik Rencana Prabowo Subianto Tambah Konser KPop, Fans Soroti Banyak PR

5. Kurangnya pemeriksaan, kebanyakan dan masih banyak orang tidak menjalani skrining kanker usus besar hingga usia 45 tahun.

Gejala Awal Kanker Usus Besar di Usia Muda

Dari laman National Cancer Institute, berdasar pada sebuah studi yang melibatkan lebih dari 5.000 orang yang didiagnosis kanker usus besar sebelum usia 50 tahun, berikut gejala yang dirasakan dalam periode 3 bulan hingga 2 tahun sebelum kanker didiagnosis:

1. Sakit perut, penderita sering mengalami ketidaknyamanan pada perut, hal itu merupakan keluhan yang umum dan dapat disebabkan oleh pola makan yang buruk, intoleransi makanan, stres, atau faktor lainnya. Waspadai ketidaknyamanan yang terus-menerus atau kram yang semakin memburuk.

2. Pendarahan rektal, adanya darah di toilet atau pada tinja harus perlu diwaspadai.

3. Diare, kondisi tinja yang encer dapat disebabkan oleh intoleransi terhadap makanan tertentu, obat-obatan, stres, atau paparan bakteri.

4. Anemia, anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat (hemoglobin) untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Adapun gejala lain yang berkaitan dengan kanker usus besar di usia muda adalah:

1. Merasa mudah lelah, pendarahan internal kronis dapat juga menyebabkan anemia yang pada akhirnya memicu kelelahan terus-menerus.

2. Penurunan berat badan tanpa alasan, berat badan yang turun secara tiba-tiba atau penurunan tingkat energi yang signifikan tanpa penyebab yang jelas perlu diwaspadai.

Baca Juga:  Natal Kota Surabaya Bersinar di Balai Kota, Hujan Tak Padamkan Semangat Kebersamaan

3. Perut kembung, perut kembung yang terus-menerus atau keinginan buang air besar yang berulang dapat mengindikasikan perubahan pada usus besar yang menghambat pengosongan usus secara tuntas.

Diagnosis Kanker Usus Besar

Berikut adalah beberapa metode skrining pada kanker usus besar:

1. Kolonoskopi

Selama pemeriksaan kolonoskopi, sebuah selang panjang yang dilengkapi kamera pada bagian ujungnya dimasukkan ke dalam rektum.

Dengan prosedur ini, dokter dapat melihat dan kemudian mendeteksi perubahan atau kelainan di dalam usus besar.

2. Tes DNA Tinja

Tes ini memakai sampel tinja untuk mencari perubahan DNA pada sel yang mungkin mengindikasikan adanya kanker usus besar atau kondisi prakanker. Pemeriksaan ini juga mencari tanda-tanda darah dalam tinja.

3. FOBT atau FIT

Fecal occult blood test (FOBT) dan fecal immunochemical test (FIT) adalah sebuah tes laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel tinja guna mendeteksi keberadaan darah tersembunyi.

4. Virtual Kolonoskopi

Virtual kolonoskopi atau CT colonography adalah merupakan prosedur pemindaian yang menghasilkan gambar organ-organ di dalam perut.

Pemeriksaan ini sangat memungkinkan dokter dapat mendeteksi perubahan atau kelainan pada usus besar dan rektum.

Pria Usia 20-an Tahun dan Wanita 44 Tahun Mengidap Kanker Usus Besar

Salah satu contoh kasus kanker kolon di usia muda dialami seorang pria asal Bandung, Fredihan yang didiagnosa kanker usus besar beberapa bulan sebelum ulang tahunnya ke-30. Pada bulan Mei 2025 lalu, Fredihan mulai merasakan sensasi aneh pada perut bagian bawah.

Baca Juga:  Dua Resto Indonesia Ini Masuk 50 Terbaik di Asia, Menpar Beri Apresiasi

“Ada yang kerasa aneh di perut bagian bawah,” ujarnya dalam unggahannya.

Dia telah beberapa kali melakukan pemeriksaan seperti tes urine, tes darah, dan USG, memberikan hasil yang normal.

Namun, karena dia memiliki faktor genetik kanker dari ayah dan kakaknya, kemudian dokter menyarankan untuk melakukan kolonoskopi.

Dari prosedur itu, ditemukan massa di usus besar yang setelah biopsi dinyatakan ganas.

Tak hanya Fredihan, terdapat seorang wanita yang juga menceritakan pengalaman kanker usus besarnya di usia 44 tahun. Kanker usus besar terdeteksi saat di stadium lanjut, sebab dirinya kerap mengabaikan gejalanya hingga berujung parah.

Nyeri perut kerap diabaikan olehnya. Wanita bernama Cheryl ini juga merasakan sakit perut parah yang terasa seperti alergi setelah dia makan

“Setiap kali saya makan sesuatu, saya akan merasa mual. Perut saya sakit sekali. Sampai-sampai saya menjadi seorang introvert karena saya tidak bisa keluar rumah,” ucap Cheryl.

Sebelum diagnosa selama bertahun-tahun, dia juga mengalami sembelit parah yang diikuti diare. Terkadang dirinya tidak bisa buang air besar selama 3-4 hari dan kemudian diare. Gejala tersebut dia abaikan dan hanya meminum obat yang dijual bebas untuk meredakan rasa sakit. (*)

TEMANISHA.COM