Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Sudah Bulan April tapi Masih Hujan, Ini Penjelasan BMKG

×

Sudah Bulan April tapi Masih Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan (istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Di sebagian wilayah Indonesia kini telah memasuki musim kemarau. Bahkan pada tahun ini, diprediksi bakal akan lebih kering dari musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu menjadi pertanyaan di tengah masyarakat mengapa masih turun hujan di musim kemarau saat ini.

HALAL BERKAH

Dari unggahan akun Instagram @infobmkg, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pada April, masih menjadi fase peralihan.

Faktanya, pada awal April 2026, baru 7,8 persen wilayah Indonesia yang sudah masuk musim kemarau, dan selebihnya masih musim hujan.

Jadi, hal itu dirasa sangat wajar apabila beberapa daerah masih sering turun hujan.

Kemarau mulai datang bertahap dari selatan ke utara. Kemarau dibawa angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara Indonesia.

Baca Juga:  Kebut Proyek Drainase, Target Rampung Akhir November untuk Antisipasi Puncak Musim Hujan

Berikut prediksi dan jadwal musim kemarau di wilayah Indonesia:

April-Mei:  NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah

Juni: Sebagian besar Sumatera

Juli: Sebagian Kalimantan dan Sulawesi

BMKG mengatakan bahwa hujan di musim kemarau bukan hal aneh, tetapi normal.

Saat ini kita masih di fase peralihan sehingga belum semua wilayah masuk musim kemarau.

Untuk diketahui, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujan tetap bisa terjadi, tetapi lebih jarang.

Kemarau memiliki batas saat curah hujan kurang dari 50 mm per 10 hari (satu dasarian) dan berkelanjutan selama tiga dasarian berturut-turut. Jadi, peluang hujan saat kemarau masih ada.

Apakah Musim Kemarau 2026 Terparah Dalam 30 Tahun?

Baca Juga:  El Nino Godzilla Ancam Produksi Padi Jatim

BMKG tegas memastikan berita tersebut tidak benar. Musim kemarau 2026 memang diprediksi lebih kering dari biasanya kalau dibanding rata-rata iklim normal.

Namun, itu bukan berarti ini kemarau paling parah dalam 30 tahun terakhir.

Berdasarkan “Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di Indonesia” yang dirilis oleh BMKG, di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026.

Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%) diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.

Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia telah diprediksi datang lebih awal atau maju (325 ZOM; 46,5%) dan sama dengan normalnya (173 ZOM; 23,7%).

Baca Juga:  Surabaya dan Sekitarnya Masih Diguyur Hujan di Tengah Puncak Kemarau, BMKG Beri Penjelasan Ini!

Curah hujan terakumulasibpada periode musim kemarau di sebagian besar Indonesia (451 ZOM; 64,5%) diprediksi pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Di sebagian besar wilayah Indonesia (429 ZOM; 61,4%) diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus 2026.

Nantinya, puncak musim kemarau di Indonesia sebagian besar diprediksi terjadi lebih awal atau maju (410 ZOM; 58,7%) dan sama dengan normalnya (142 ZOM; 20,3%).

Kemudian, di sebagian besar wilayah Indonesia (400 ZOM; 57,2%) diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari normalnya. (*)

TEMANISHA.COM