TOPMEDIA, SURABAYA – Kenyamanan calon jemaah haji (CJH) asal Jawa Timur selama perjalanan menuju Tanah Suci benar-benar diprioritaskan jelang pemberangkatan kloter pertama dari Embarkasi Surabaya pada 22 April nanti.
Selama belasan jam mengudara, para tamu Allah dari Embarkasi Surabaya dipastikan tidak akan kelaparan karena sajian menu khas Nusantara yang menggugah selera.
Layanan katering yang disediakan oleh Aerofood Aerowisata Catering Services (ACS) tahun ini hadir dengan standar tinggi. Tak main-main, kelayakan menu tersebut bahkan telah diuji langsung (meal test) oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Chef Executive Aerofood ACS, Kristianto Wibowo, memaparkan bahwa jemaah akan mendapatkan tiga kali layanan konsumsi dalam satu kali penerbangan. Skemanya terdiri dari dua kali hidangan utama (heavy meal) dan satu kali camilan (snack).
“Total berat satu porsi makanan berat sekitar 470 gram dengan kandungan rata-rata 400 kalori. Ini sudah diperhitungkan dengan sangat matang agar jemaah tetap bertenaga sampai mendarat di Madinah,” kata Kristianto, Senin (20/4/2026).
Ada yang segar dalam daftar menu tahun ini. Jika tahun lalu didominasi oleh ayam semur, kali ini Aerofood melakukan pembaruan variasi. Beberapa menu andalan yang siap memanjakan lidah jemaah antara lain:
- Pilihan 1: Ikan bumbu rujak yang dipadukan dengan daging semur yang empuk.
- Pilihan 2: Ayam kare gurih bersanding dengan ikan pesmol khas Jawa Barat.
- Pencuci Mulut: Banana muffin, cheese bun, serta minuman sehat berupa jus sari kacang hijau.
Menariknya, meski menggunakan nama bumbu rujak, Chef Kristianto menjamin masakan tersebut tidak pedas. Pihaknya sangat menghindari penggunaan cabai yang berlebihan demi menjaga kesehatan pencernaan jemaah selama di pesawat.
Kristanto mengatakan, kualitas makanan tetap terjaga berkat prosedur Critical Control Point (CCP) yang sangat ketat.
Proses pengolahan makanan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan. Setelah dimasak, makanan harus segera dikemas dalam waktu maksimal 45 menit dengan suhu di bawah 10 derajat Celsius.
“Setelah dikemas, makanan langsung dibekukan. Nanti di dalam pesawat tinggal dilakukan proses reheating (pemanasan kembali) sebelum disajikan kepada jemaah,” jelasnya.
Dengan kapasitas produksi yang besar, Aerofood sanggup melayani hingga lima jadwal keberangkatan pesawat setiap harinya dengan rata-rata 380 penumpang per penerbangan.
Memahami banyaknya jemaah lanjut usia (lansia) atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus seperti diabetes, pihak penyedia jasa juga menyiapkan alternatif.
Bagi jemaah yang kesulitan mengonsumsi nasi atau membutuhkan tekstur makanan yang lebih lunak, kru kabin telah menyiapkan menu bubur sebagai pilihan pengganti.
“Kita sediakan bubur. Karena kemungkinan nanti ada jemaah-jemaah yang berhalangan maka makanan yang kita sediakan biasanya pilihannya bubur. Nanti lansia itu bisa makan makanan yang sesuai apa nggak. Kalau nggak sesuai, kita ada pilihannya nanti bubur,” paparnya.
Dengan persiapan logistik pangan yang matang ini, diharapkan para jemaah haji Embarkasi Surabaya dapat menjalani perjalanan udara dengan nyaman, sehat, dan bisa langsung fokus melaksanakan rangkaian ibadah setibanya di Arab Saudi. (*)



















