TOPMEDIA-Pemerintah Kota Surabaya terus memperluas jaringan pengawasan dengan menambah kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik prioritas, khususnya di area tempat penampungan sementara (TPS) dan jalur pedestrian di jalan utama kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa perluasan CCTV difokuskan pada lokasi strategis yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban maupun keamanan.
Menurut Eddy, dari total target 179 titik TPS yang akan dipasangi CCTV, saat ini sebanyak 146 unit telah beroperasi. Sementara itu, 33 titik lainnya masih dalam tahap pemasangan karena terkendala ketersediaan jaringan fiber optik dan listrik.
Ia menuturkan bahwa beberapa TPS memang belum memiliki infrastruktur pendukung yang memadai. Oleh karena itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan penyedia layanan jaringan serta memanfaatkan sumber listrik dari jaringan penerangan jalan umum (PJU) maupun fasilitas umum di sekitar lokasi.
Selain TPS, pemasangan CCTV juga menyasar jalur pedestrian. Saat ini, sejumlah titik di kawasan jalan utama telah dilengkapi kamera pengawas. Tidak hanya mengandalkan pengadaan baru, Pemkot Surabaya juga menggandeng pelaku usaha, mulai dari perkantoran, pertokoan hingga pusat perbelanjaan, untuk memanfaatkan akses CCTV yang mengarah ke jalan.
Kerja sama tersebut bertujuan memperluas jangkauan pemantauan tanpa harus menambah perangkat baru dalam jumlah besar. Dengan memanfaatkan CCTV milik pihak swasta yang menghadap ke area publik, pemerintah dapat memantau kondisi lalu lintas, aktivitas parkir, hingga situasi keamanan masyarakat secara real time.
Eddy menyebutkan bahwa fokus awal kerja sama ini berada di sepanjang jalan protokol, mulai dari kawasan Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Ahmad Yani. Sekitar 70 pelaku usaha di kawasan tersebut telah dikumpulkan oleh Wali Kota Eri Cahyadi untuk mendukung integrasi sistem CCTV.
Saat ini, pemkot bersama para pemangku kepentingan tengah melakukan sinkronisasi sistem karena perangkat CCTV yang dimiliki masing-masing usaha memiliki merek dan spesifikasi berbeda. Proses ini juga melibatkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mengkaji kemungkinan penggabungan berbagai tipe CCTV dalam satu jaringan terpadu.
Dengan integrasi tersebut, diharapkan aparat pemerintah dan aparat penegak hukum dapat lebih cepat merespons setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
Pemkot Surabaya menargetkan integrasi awal jaringan CCTV dapat mulai berjalan pada 1 Mei 2026. Sementara dalam jangka maksimal tiga bulan atau hingga Agustus 2026, seluruh CCTV di kawasan jalan utama diharapkan sudah terhubung dan dapat diakses secara menyeluruh.
Eddy menegaskan bahwa akses yang diminta pemerintah hanya terbatas pada kamera yang mengarah ke area luar, seperti jalan dan parkir tepi jalan umum. Seluruh sistem nantinya akan terhubung langsung ke ruang layanan darurat Call Center 112 Surabaya guna meningkatkan kecepatan penanganan kejadian di lapangan.



















