Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Jangan Asal Izinkan Anak Keluar Rumah Saat Campak, Ini Risiko yang Mengintai

×

Jangan Asal Izinkan Anak Keluar Rumah Saat Campak, Ini Risiko yang Mengintai

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Campak masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai para orangtua, terutama karena penularannya sangat cepat pada anak-anak. Penyakit yang juga dikenal sebagai measles ini disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu virus paling menular di dunia.

Virus campak dapat menyebar melalui udara saat penderita batuk, bersin, bahkan saat bernapas. Yang sering tidak disadari, penularan bisa terjadi sebelum ruam merah muncul di kulit. Kondisi inilah yang membuat banyak orangtua terlambat menyadari bahwa anak sudah terinfeksi.

HALAL BERKAH

Lantas, apakah anak yang terkena campak masih boleh beraktivitas di luar rumah?

Para ahli kesehatan menyarankan agar anak sebaiknya tidak keluar rumah selama masa penularan masih berlangsung. Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Satu penderita bahkan bisa menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Surabaya Perketat Imunisasi, Cegah Ancaman KLB Campak dari Wilayah Seberang

Tak hanya menyebar lewat kontak langsung, virus campak juga dapat bertahan di udara atau menempel pada permukaan benda hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Artinya, risiko penularan tetap ada meski anak tidak bersentuhan langsung dengan orang lain.

Karena itu, anak yang sedang mengalami campak dianjurkan untuk beristirahat di rumah sampai masa penularan benar-benar selesai. Langkah ini penting bukan hanya untuk mempercepat pemulihan, tetapi juga untuk mencegah penyebaran virus ke orang lain.

Perlu diketahui, campak sudah bisa menular sekitar empat hari sebelum ruam muncul dan masih berlanjut hingga empat hari setelah ruam terlihat. Pada tahap awal, gejalanya biasanya menyerupai flu, seperti demam, pilek, batuk, dan mata merah. Sebagian anak juga mengalami bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai koplik spots.

Campak juga tidak bisa dianggap sebagai ruam kulit biasa. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya peradangan otak atau ensefalitis.

Baca Juga:  Jersey Ditarik Tidak Sobek Bukti Kualitas Jersey Adidas yang Dipakai Vinicius Jr di Laga El Clasico

Selain itu, campak juga bisa memicu kondisi yang disebut amnesia imun, yakni saat sistem kekebalan tubuh kehilangan sebagian antibodi yang sebelumnya sudah dimiliki. Akibatnya, setelah sembuh, anak menjadi lebih rentan terserang infeksi lain.

Karena itu, orangtua perlu memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup di rumah selama masa sakit. Jika gejala semakin memburuk, seperti demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau anak terlihat sangat lemas, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (*)

TEMANISHA.COM