TOPMEDIA-Manajer interim Manchester United, Michael Carrick, mengecam keras keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada bek Lisandro Martínez saat timnya kalah 1-2 dari Leeds United.
Martínez diusir keluar lapangan setelah dianggap menarik rambut penyerang Dominic Calvert-Lewin. Keputusan tersebut diambil wasit Paul Tierney setelah menerima rekomendasi dari VAR John Brooks untuk meninjau ulang insiden melalui monitor di tepi lapangan.
Bek asal Argentina itu terlihat kebingungan dengan keputusan tersebut dan masih memprotes saat berjalan meninggalkan lapangan.
Usai pertandingan, Carrick menyebut kartu merah yang diberikan kepada Martínez sebagai keputusan yang sangat mengejutkan dan berlebihan.
Menurutnya, insiden tersebut berawal ketika Martínez mendapat dorongan di wajah sehingga kehilangan keseimbangan saat berduel dengan lawan. Ia menilai sentuhan Martínez hanya sebatas mencoba memegang jersey lawan, namun secara tidak sengaja mengenai rambut.
Carrick menegaskan bahwa tidak ada gerakan agresif maupun tarikan kuat yang layak diganjar kartu merah. Ia bahkan mengkhawatirkan arah perkembangan aturan sepak bola jika insiden ringan seperti itu dianggap sebagai pelanggaran berat.
Dalam pertandingan tersebut, Noah Okafor menjadi bintang kemenangan Leeds setelah mencetak dua gol di babak pertama. Brace tersebut membuat tim tamu mencatat kemenangan Liga Inggris di markas Old Trafford untuk pertama kalinya dalam lebih dari 23 tahun.
Casemiro sempat memperkecil ketertinggalan bagi Manchester United pada babak kedua. Namun, tim tuan rumah gagal menyamakan kedudukan hingga peluit akhir berbunyi.
Calvert-Lewin sendiri mengaku memberi tahu wasit setelah merasakan rambutnya ditarik. Ia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan wasit dan tidak menyimpan dendam terhadap Martínez.
Kekalahan ini membuat Manchester United gagal memperlebar jarak poin dari pesaing di posisi keenam klasemen. Di sisi lain, kemenangan tersebut menjadi raihan tandang kedua Leeds United di Liga Inggris musim ini.
Carrick kembali menegaskan bahwa perbedaan antara sentuhan ringan dan tarikan agresif harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan oleh wasit maupun VAR. Ia menilai keputusan tersebut bisa menjadi preseden yang mengkhawatirkan bagi pertandingan sepak bola di masa depan.



















