TOPMEDIA – Kol adalah sayuran yang umum, ditemukan di banyak masakan Indonesia, mulai dari sayur sop hingga lalapan. Kol sangat murah dan mudah didapat, kol mengandung serat dan protein serta rendah kalori.
Makanan yang mengandung serat merupakan bagian penting dari diet seimbang dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Meski penuh nutrisi, kol juga memiliki efek samping yang karenanya tidak cocok untuk semua orang.
Berikut ini adalah lima golongan orang yang harus menghindari konsumsi sayur kol.
1. Orang yang mengalami sakit diare
Kol kaya akan serat dan akibatnya dapat melancarkan pergerakan usus. Terlalu banyak kol (atau makanan berserat lainnya) dapat memperburuk kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS).
Everyday Health mengatakan bahwa kol bisa menyebabkan diare pada beberapa orang karena tingginya jumlah fruktan dalam sayuran tersebut.
Fruktan adalah karbohidrat alami yang juga ditemukan dalam makanan lain seperti gandum, bawang, dan brokoli.
2. Orang dengan penyakit lambung
Mengutip Brown University, sayuran silangan seperti kol dapat menyebabkan gas dan kembung. Oleh karenanya penderita penyakit lambung serta maag atau GERD sebaiknya menghindari konsumsi kol berlebihan.
3. Orang yang akan menjalani operasi
Kol dapat memengaruhi kadar gula darah dan mengganggu pengendalian gula darah selama dan setelah operasi. Hentikan konsumsi kol setidaknya 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.
4. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah
Jika sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol. Vitamin K dalam kol dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah.
5. Orang yang alergi
Orang yang alergi terhadap sayuran dari famili Brassicaceae/Cruciferae, seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol, mungkin juga alergi terhadap kol.
Itulah beberapa golongan orang yang sebaiknya menghindari konsumsi kol demi alasan kesehatan, dan sebaiknya tidak diabaikan. (*)



















