Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Ramadan Dongkrak Ekonomi, Airlangga Optimistis Kuartal I Tumbuh 5,5%

×

Ramadan Dongkrak Ekonomi, Airlangga Optimistis Kuartal I Tumbuh 5,5%

Sebarkan artikel ini
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah menaruh optimisme tinggi terhadap kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi berpotensi mencapai 5,5%, sejalan dengan target acuan 5,5–6% yang dipatok sejak awal tahun.

Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Ramadan dan Lebaran disebut sebagai faktor utama yang mendorong capaian tersebut.

HALAL BERKAH

“Kelihatannya target 5,5% bisa dicapai dari lihat selama Ramadan kemarin,” tegas Airlangga.

Meski optimistis terhadap pertumbuhan, Airlangga mengingatkan bahwa inflasi kuartal I-2026 akan terlihat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya insentif berupa diskon tarif listrik seperti pada kuartal I-2025, yang sempat menekan angka inflasi hingga deflasi di sektor energi.

Baca Juga:  Antisipasi Naiknya Permintaan Jelang Lebaran, Bulog Tambah Stok Minyakita

Base-nya tahun kemarin rendah. Jadi tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada listrik ya. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin deflasi. Tahun ini nggak ada, berarti angkanya akan lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 bisa lebih tinggi dari perkiraan Airlangga. Ia memproyeksikan angka pertumbuhan berada di kisaran 5,6–5,7%.

“Untuk angka-angka terakhir sih pertumbuhan ekonomi bisa 5,6–5,7% kalau perkiraan kasar ya. Itu sudah lumayan bagus di tengah gejolak global,” terangnya.

Purbaya menambahkan bahwa dampak perang di Timur Tengah belum dirasakan secara luas oleh masyarakat Indonesia berkat langkah antisipatif pemerintah.

Baca Juga:  Kawasan Industri Jadi Motor Ekonomi, Sumbang Rp 6.744 Triliun Investasi

“Jadi kita menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” ujarnya.

Optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menunjukkan keyakinan bahwa konsumsi Ramadan dan Lebaran mampu menjadi motor penggerak utama.

Meski inflasi diperkirakan naik akibat berakhirnya insentif listrik, pemerintah menegaskan fundamental ekonomi tetap kuat dan aktivitas masyarakat akan terus dijaga agar stabil. (*)

TEMANISHA.COM