TOPMEDIA, SURABAYA – Kota Surabaya semakin mengukuhkan posisinya sebagai barometer kota layak anak di Indonesia.
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menyediakan ruang publik yang aman, inklusif, dan edukatif kembali membuahkan prestasi gemilang.
Hingga Mei 2026, tercatat empat taman besar di Kota Pahlawan telah resmi menyandang sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur di Surabaya tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga memprioritaskan keselamatan dan tumbuh kembang generasi masa depan.
Sertifikasi ini diberikan secara bertahap melalui proses penilaian yang sangat ketat.
Empat taman yang telah diakui secara nasional adalah Taman Flora dan Taman Cahaya yang meraih sertifikasi pada Anugerah RBRA 2025. Kemudian Taman Bungkul dan Taman Sejarah yang menyusul mendapatkan sertifikasi pada Anugerah RBRA 2026.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Surabaya, Pramudita Yustiani, menegaskan bahwa label RBRA bukanlah formalitas semata.

Karena ada indikator detail yang harus dipenuhi untuk menjamin keamanan fisik dan psikis anak-anak.
“Indikator penilaian RBRA sangat ketat. Mainan harus aman, jarak antar mainan tidak boleh berhimpitan, bahkan tidak boleh ada tanaman yang berduri atau membahayakan. Kami mengejar Akreditasi A agar warga merasa puas dan aman,” jelas Pramudita.
Beberapa fasilitas unggulan yang menjadi syarat mutlak penilaian meliputi :
- Aksesibilitas: Ramah bagi penyandang disabilitas.
- Fasilitas Penunjang: Tersedianya ruang laktasi yang layak.
- Keamanan: Pengawasan melalui CCTV di titik-titik strategis.
- Vegetasi Aman: Pemilihan tanaman yang tidak melukai anak.
Pramudita mengatakan, manfaat sertifikasi bisa dirasakan langsung oleh dunia pendidikan. Sebab, taman-taman di Surabaya kini bertransformasi menjadi laboratorium alam bagi siswa sekolah.
Raisya dan Merci, contohnya. Siswi SDN Ngagel Rejo 3 ini menceritakan pengalaman mereka saat belajar di Taman Flora.
“Di sini nyaman banget dan sejuk. Kami sering diajak sekolah belajar sambil bermain. Terima kasih Pemkot Surabaya sudah menyediakan fasilitas yang lengkap,” ungkap mereka dengan antusias.
Senada dengan hal tersebut, Ikrimatul Jatul Ulya, seorang guru dari RA Insan Mulya, menilai bahwa kualitas taman saat ini sangat mendukung kegiatan outing class.
Menurutnya, anak-anak bisa bergerak bebas dan mengenal alam (seperti area konservasi rusa) dalam lingkungan yang asri dan bersih.
Kualitas taman di Surabaya rupanya telah terdengar hingga ke kota tetangga. Putri Windawati, warga asal Sidoarjo, mengaku sengaja memboyong keluarganya ke Taman Bungkul karena fasilitasnya yang komplit.
“Toilet bersih, parkir luas, dan ragam permainan menjadi alasan utama kami berkunjung ke sini,” tuturnya.
Untuk menjaga konsistensi kualitas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menyiagakan Tim Dekorasi Kota untuk melakukan monitoring dan perbaikan harian.
Langkah ini didukung penuh melalui sinergi lintas instansi dengan DPRKPP serta dukungan sektor swasta melalui program CSR.
Di akhir keterangannya, Pramudita berpesan agar masyarakat turut merasa memiliki fasilitas publik ini.
“Taman ini untuk kegiatan sosial dan edukasi. Kami berharap warga ikut menjaga, karena tidak mungkin kami mengawasi 24 jam penuh. Ayo kita jaga bareng-bareng agar anak-anak Surabaya selalu punya tempat yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (*)



















