TOPMEDIA – Langit Indonesia benar-benar padat sepanjang pekan ini. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mencatatkan rapor hijau setelah puncak arus mudik Lebaran 2026 yang jatuh pada H-2 atau Rabu (18/3) dinyatakan berjalan mulus tanpa kendala berarti di 37 bandara yang mereka kelola.
Data terbaru menunjukkan angka yang bikin geleng-geleng kepala. Hanya dalam satu hari di puncak mudik, sebanyak 570.959 orang terbang serentak dari berbagai penjuru tanah air.
Jika diakumulasikan sejak H-7 hingga H-2, total manusia yang terbang mencapai 3,15 juta penumpang. Angka ini naik 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyebutkan bahwa capaian tahun ini bukan sekadar pulih, tapi sudah melampaui performa sebelum pandemi Covid-19.
“Jumlah penumpang di periode H-7 hingga H-2 ini tercatat 5 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu,” kata Pahlevi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/3).
Dalam daftar bandara tersibuk, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang masih menjadi raja dengan melayani 1,06 juta penumpang. Posisi kedua ditempati oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan 390.853 penumpang.
Yang membanggakan, Bandara Internasional Juanda Surabaya kokoh di posisi ketiga nasional. Bandara kebanggaan warga Jawa Timur ini melayani sebanyak 266.910 penumpang selama periode mudik. Menyusul di bawahnya adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (211.177) dan Bandara Kualanamu Deli Serdang (145.305).
Kelancaran arus mudik di Juanda dan 36 bandara lainnya ini tak lepas dari guyuran extra flight yang mencapai 1.136 penerbangan. “Kesiapan secara prediktif menjadi kunci. Kami berhasil meminimalisir antrean panjang di terminal maupun kendaraan di area parkir meskipun trafik melonjak tajam,” tambah Pahlevi.
Meski arus mudik sudah terlewati dengan lancar, pihak InJourney Airports belum mau mengendurkan ikat pinggang. Sebanyak 578 personel BKO dari TNI dan Polri masih disiagakan di berbagai titik strategis bandara untuk menjamin keamanan.
Apalagi, masa angkutan Lebaran masih akan berlangsung hingga 30 Maret 2026. Fokus kini mulai bergeser pada persiapan arus balik yang diprediksi akan memiliki tekanan trafik yang tak kalah besar.
“Seluruh bandara tetap dalam posisi siaga. Aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan adalah harga mati sampai seluruh rangkaian angkutan Lebaran ini tuntas,” pungkasnya.
Bagi Anda pemudik yang hendak kembali ke perantauan melalui jalur udara, pengelola bandara menyarankan untuk terus memantau status penerbangan secara berkala agar perjalanan tetap nyaman dan lancar. (*)



















