TOPMEDIA – Di tengah lonjakan harga minyak dunia yang menembus USD 100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih bisa ditahan hingga akhir tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki kapasitas cukup untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM.
“Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, APBN berfungsi sebagai shock absorber atau peredam guncangan dari luar negeri.
“Fungsi anggaran meng-absorb shock dari luar. Sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah,” jelasnya.
Menurut Purbaya, kemampuan fiskal memungkinkan pemerintah menahan harga BBM hingga akhir tahun, bergantung pada kebijakan Presiden.
“Kalau presiden mau, sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak. Yang masih bisa dipakai, sementara pengamat itu tidak tahu uangnya di mana,” katanya.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perusahaan terus memantau dinamika harga minyak dunia.
“Pertamina terus memonitor harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel, dan kami menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan energi nasional,” ujarnya. (*)



















